Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Biro Ortala Gelar Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II untuk Wilayah Timur

(Humas Bali) Kepala Bagian Tata Usaha Arjiman mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Kamis, 14 Juli 2022 menghadiri kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2022 Kanwil Kementerian Agama Provinsi di Wilayah Timur yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama RI. Bertempat di Harris Hotel and Residences, Kabupaten Badung, kegiatan hari ini mengakhiri rangkaian evaluasi capaian kinerja pada 34 kanwil kemenag provinsi, Biro Ortala menyudahi penyelenggaraannya di Kabupaten Badung - Bali, dengan menghadirkan 12 Kanwil Kementerian Agama Provinsi di wilayah Timur. Kegiatan ini sendiri  telah dilakukan sebelumnya di Bandung dengan 11 Kanwil Kemenag Provinsi Wilayah Barat pada tanggal 20 Juni 2022 dan di Yogyakarta dengan 10 Kanwil Kemenag Provinsi Wilayah Tengah pada tanggal 7 Juli 2022. Acara yang dilangsungkan di Bali ini berlangsung lancar dan sukses sesuai dengan target dan output kinerja yang diharapkan.

Dijelaskan oleh Achmad Gufron selaku Analis SDM Aparatur Ahli Madya Bagian Evaluasi Kinerja Organisasi dan Fasilitasi Penyelesaian Hasil Pengawasan Biro Ortala, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat realisasi capaian kinerja atas target kinerja, terlaksananya akuntabilitas kinerja, keyakinan akan keabsahan data sehingga dapat mencapai capaian kinerja, memberi informasi capaian kinerja baik secara berkala atau rutin, memberikan masukan atau saran bagi satker terkait kaitan capaian kinerja, meningkatnya kualitas laporan capaian kinerja, serta merumuskan evaluasi capaian kinerja.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang dalam kesmepatan ini diwakili oleh Arjiman selaku Kepala Bagian Tata Usaha mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang secara tidak langsung juga turut serta membantu pemulihan ekonomi Bali.

“Merupakan sebuah kebahagiaan bagi kami, kali ini Bali kembali dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan ini. Hal ini membuktikan bahwa sampai saat ini, Bali tidak pernah gagal memikat untuk hadir kembali dan kembali lagi ke pulau Dewata, khususnya menjelang pelaksanaan G20 yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi.” Ucap Arjiman.

Lebih lanjut Arjiman juga menyampaikan bahwa diketahui bersama, perbaikan pemerintahan dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi birokrasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Sistem manajemen pemerintahan diharapkan berfokus pada peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome) yang diterapkan dalam bentuk SAKIP (Sistem Akutabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) untuk memastikan birokrasi berjalan secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari perwujudan kewajiban seseorang atau  instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui pertanggungjawaban dan laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik, dimana dalam pelaksanaannya akuntabiltas itu haruslah dilakukan evaluasi secara triwulan yang merupakan wujud implementasi akuntabiltas kinerja di Instansi Pemerintah.

Selain terkait kinerja, penerapan anggaran saat ini pun anggaran berbasis kinerja (Performance-based Budgeting). Perubahan dari line-item budgeting menjadi performance-based budgeting mengharuskan organisasi untuk menyusun anggaran   dengan mengacu pada target kinerja yang akan dicapai. Jika pada penganggaran sebelumnya hanya didasarkan pada incremental cost atau jumlah anggaran meningkat berdasarkan persentase tertentu dibandingkan tahun sebelumnya, maka dalam performance-based budgeting seluruh anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. 

Hasil ini lah harus diukur untuk melihat sejauh mana pimpinan Satuan Kerja telah memenuhi kewajibannya dalam perjanjian kinerja. Sehingga, sebagai alat ukur dokumen perjanjian kinerja harus dilengkapi dengan indikator kinerja.

Kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja triwulan II yang diselenggarakan ini merupakan sebagai bagian dari proses akuntabilitas kinerja yang terbangun dari sebuah konsep pertanggunjawaban  sesungguhnya adalah upaya untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah melalui penerapan manajemen kinerja. 

Mekanisme pertanggunjawaban seperti pertemuan yang mereviu capaian kinerja secara transparan seperti pada kesempatan kali ini, tentu akan mendorong pihak yang diminta pertanggungjawabannya    untuk memberikan perhatian yang lebih dan menyadari konsekwensi yang akan dihadapinya. Hal ini hanya akan terjadi jika pimpinan instansi pemerintah mempunyai komitmen untuk mengaitkan antara kinerja dengan reward dan punishment.

Akhmad Lutfi selaku Kepala Biro Ortala dalam arahannya mengapresiasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang pada tahun 2021 berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik kategori “Pelayanan Prima”.

Dikatakan Lutfi, hasil evaluasi capaian kinerja Triwulan II tahun 2022 ini pada 12 kanwil di wilayah timur sebesar 59,95% atau 118% dari target kinerja semester I.

“Capaian ini termasuk kategori Sangat Baik, Saya apresiasi atas kerja keras untuk pencapaian kinerja ini,” terang Lutfi.
Berikut ini capaian kinerja dan anggaran pada 10 Kanwil Kemenag Provinsi triwulan kedua tahun 2022:
1. Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali capaian kinerja Sebesar 74,23%dan Capaian Anggaran Sebesar 51,17%;
2. Kanwil Kementerian Agama Prov. NTB capaian kinerja Sebesar 50,96% dan capaian anggaran sebesar 41,14%;
3. Kanwil Kementerian Agama Prov. NTT capaian kinerja Sebesar 70,47% dan capaian anggaran sebesar 54,28%;
4. Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tengah capaian kinerja Sebesar 81,87% dan capaian anggaran sebesar 40,20%;
5. Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Barat capaian kinerja Sebesar 56,39% dan capaian anggaran sebesar 32,50%;
6. Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara capaian kinerja Sebesar 61,50% dan capaian anggaran sebesar 46,83%;
7. Kanwil Kementerian Agama Prov. Gorontalo capaian kinerja Sebesar 55,98% dan capaian anggaran sebesar 50,18%;
8. Kanwil Kementerian Agama Prov. Maluku capaian kinerja Sebesar 55,96% dan capaian anggaran sebesar 60,25%;
9. Kanwil Kementerian Agama Prov. Maluku Utara capaian kinerja Sebesar 48,48% dan capaian anggaran sebesar 43,53%;
10. Kanwil Kementerian Agama Prov. Papua capaian kinerja Sebesar 49,06% dan capaian anggaran sebesar 44,81%;
11. Kanwil Kementerian Agama Prov. Papua Barat capaian kinerja Sebesar 79,55% dan capaian anggaran sebesar 39,53%; dan
12. Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalimantan Utara capaian kinerja Sebesar 35,00% dan capaian anggaran sebesar 42,76%.

Dari evaluasi capaian kinerja dan anggaran yang disampaikan oleh 12 Kanwil Kementerian Agama, Capaian Kinerja tertinggi pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Sebesar 81,87.%, Capaian Kinerja Terendah pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara Sebesar 35,00%, dan Capaian Anggaran Tertinggi pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Sebesar 62,25%, Capaian Anggaran Terendah pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Sebesar 32,50%.

Sedangkan Capaian yang paling ideal antara capaian kinerja dan anggaran serta periodisasi pelaporan adalah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.

Sedangkan secara umum hasil evaluasi capaian kinerja triwulan II pada 34 Kanwil Kementerian Agama Provinsi rata-rata sebesar 56,07% atau 112,08% dari target Semester I, dengan rincian:
a. Rata-rata capaian wilayah barat sebesar 49,20%
b. Rata-rata capaian wilayah tengah sebesar 59,06%
c. Rata-rata capaian wilayah timur sebesar 59,95%



Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Memasifkan Kampanye Kerukunan, Ka Kanwil Komang Sri Marheni Inginkan Bali Harmoni Dapat Mengudara di Darat, Laut, dan Udara

Rekomendasi:

Berita Terbaru: