Bidang PHU Bali : Dinamika penyelenggaraan ibadah haji yang sangat tinggi setiap tahunnya diharapkan tidak melunturkan semangat kolaborasi dan kolegial diantara sesama punggawa haji Provinsi Bali.
Demikian harapan yang disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Nurkhamid, saat memberikan arahan pada kegiatan Umpan Balik Penyelenggaraan Haji Tahun 2023 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Selasa (29/08/2023). Hadir pada kegiatan tersebut seluruh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.
Menurut Nurkhamid, ada dua sisi yang harus dibangun dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan ibadah haji, yaitu sisi formal dan sisi non-formal. Sisi formal berupa semangat kolaborasi, kerja sama dan koordinasi antarlembaga untuk memudahkan pelaksanaan tugas. Sedangkan sisi non-formal berupa semangat kolegiality atau komunikasi personal yang harus terus dipupuk untuk membangun kebersamaan dalam bertugas.
”Semangat kolaborasi dan kolegiality ini harus terus dikuatkan, tidak terkecuali dalam pelaksanaan tugas mengawal penyelenggaraan ibadah haji,” jelas Nurkhamid. Bahkan, Kepala Bidang PHU menegaskan dua sisi tersebut sebagai prasyarat kesuksesan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan ibadah, disamping profesionalisme dan integritas masing-masing punggawa haji dalam menjalankan tugas negara.
Sementara itu, kegiatan yang dipandu oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler Bidang PHU, Muhammad Nasihuddin, mencoba menyerap aspirasi terkait penyelenggaraan haji tahun 2023 di Provinsi Bali. Beberapa curhatan yang disampaikan punggawa haji terkait manajemen pelayanan lansia dan dinamika penyelenggaraan di Arab Saudi, pelaksanaan perekaman biometrik secara mandiri oleh jemaah, sarana prasarana pembinaan, petugas haji dan perangkat kloter, pelayanan embarkasi/debarkasi serta problem anggaran.
Salah satu komitmen yang disuarakan para punggawa haji diantaranya terkait pemilihan Ketua Rombongan dan Ketua Regu yang tidak berdasarkan jabatan dan status sosial di masyarakat, melainkan potensi dan komitmen untuk melayani jemaah haji. ”Syukur-syukur Karu dan Karom adalah jemaah yang berangkat tidak bersama pasangannya, atau berangkat bersama pasangannya tetapi punya komitmen peduli terhadap jemaah lainnya,” ujar Moh. Kodri, PHU Kankemenag Kab. Tabanan.
Begitupula dengan semangat kebersamaan pada saat keberangkatan yang diharapkan dapat dibangun dari semua punggawa haji seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Imam Syafii, PHU Kankemenag Kabupaten Bangli, mencontohkan performance seragam pendamping daerah yang sama serta iring-iringan yang serentak ketika menuju asrama haji Surabaya sangatlah diharapkan.
”Hasil serap aspirasi ini sebagai bahan kami untuk mengikuti pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan haji secara nasional di awal September mendatang. Alhamdulillah segala curhatan para punggawa haji juga akan kita inventarisir untuk selanjutnya kita rumuskan rencana aksi untuk menyongsong penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi,” ujar Nasihuddin. (nas)