Jakarta (Kemenag) --- Komang Sri Marheni dan Rustini patut disematkan sebagai srikandi perubahan dari Pulau Dewata Bali. Kedua srikandi ini senantiasa mengkampanyekan pembangunan Zona Integritas demi mewujudkan capaian Reformasi Birokrasi pemerintahan efektif dan efisien, bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang baik di lingkungan unit kerja.
Anugerah WBK 2018 tersebut langsung diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin bersamaan dengan puncak hari anti korupsi di Jakarta pada Senin (10/12).
Gelaran Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2018 dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tampak hadir para menteri kabinet kerja, Jaksa Agung, pimpinan KPK, perwakilan Kapolri, para pejabat negara, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, Kepala Biro Ortala Setjen Kemenag, Afrizal Zen, Sekretaris Itjen Kemenag, dan kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Bagi Marheni, menebarkan spora perubahan ke arah perbaikan positif di lingkungan kerja menjadi hal utama dilakukan dalam membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan bersih melayani. Spora perubahan itu sudah ia tebarkan pada tahun 2010 saat menjabat Kakankemenag Kabupaten Karangasem.
Dengan filosofi laba-laba, ia pun mengajak kepada segenap stakeholder membangun Kemenag Karangasem menjadi rumah yang kuat dan kokoh serta mampu memberikan kenyamanan tidak hanya bagi penghuninya namun juga bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keagamaan.
"Hasilnya pada 3 September 2014, Kankemenag Karangasem ditetapkan sebagai pilot project zona integritas dan meraih hasil audit kinerja oleh Tim TPI Itjen Kemenag RI dengan nilai 84,673 dan masuk kategori berhasil," kenang Marheni bangga.
Kini spora perubahan itu juga berhasil ia tebarkan di Kankemanag Kota Denpasar. "Saya sangat berterima kasih dengan anugerah yang diberikan kepada Kementerian Agama Kota Denpasar sekalgus penghargaan dan apreasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Saya selalu mengajak seluruh pejabat dan ASN bersama sama membangun perubahan mulai dari diri sendiri," ujar Marheni kepada Humas usai menerima Anugerah WBK 2018 di Jakarta.
Senada dengan Rustini. Kakankemenag Kabupaten Karangasem ini mengaku sangat bahagia intitusi yang dipimpinnya mendapat penghargaan dan anugerah WBK 2018.
"Anugerah ini akan melecut semangat saya untuk terus memperbaiki kinerja di lingkungan Kemenag Karangasem. Kami juga harus siap membangun Kemenag dengan melibatkan para pejabat dan menindaklajutinya dengan pengawasan dan memberikan motivasi kepada staf dan pejabat dilingkungan kerja masing-masing. Kedepan kami bertekad, Kemenag Kabupaten Karangasem meraih WBBM dari Kemenpan RB, kami mohon dukungan dan doanya, sebab kami ingin menjadi spirit dari Kementerian Agama " ujar Rustini.
Plt Kabag TU Kanwil Kemenag Bali, Saefudin yang turut mendampingi dua srikandi dari pulau Bali saat menerima anugerah WBK 2018 mengapresiasi atas raihan prestasi tersebut. Menurut Saefudin, kedua srikandi dari Pulau Bali yakni Komang Sri Marheni dan Rustini menjadi tongak awal untuk melangkah menuju zona integritas wilayah bebas korupsi dan bersih melayani di Provinsi Bali.
"Ini modal awal yang menjadi contoh kemudian nanti kita mengharapkan seluruh Kankemenag di Bali mencapai zona integritas. Kita mulai dari dua srikandi dan ini modal awal," ujarnya.(Source www.kemenag.go,id)