Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Evaluasi Program dan Anggaran Bimas Islam 2024: Langkah Strategis Menuju Peningkatan Pelayanan dan Kualitas Program Kerja

Denpasar (Kemenag) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Selasa (26/11/2024) menggelar Kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2024. Bertempat di Quest Hotel San Denpasar, acara ini dihadiri 70 peserta yang terdiri atas Ketua Tim Kerja Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Bali, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag se-Provinsi Bali, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para penghulu, dan penyuluh agama Islam dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Ketua panitia, H. Juhar, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program, anggaran, dan kinerja satuan kerja. “Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menyepakati kebijakan berdasarkan hasil evaluasi, menyusun program kerja optimal untuk Tahun Anggaran 2025, serta mendukung pencapaian target kerja sesuai arahan Kementerian Agama,” ujar Juhar.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Komang Sri Marheni. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas program. “Evaluasi bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan momentum untuk menilai dampak program terhadap masyarakat, khususnya dalam pembinaan umat Islam di Provinsi Bali,” tegasnya.

Menurut Marheni, KUA memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan umat. Program Revitalisasi KUA, yang melibatkan perbaikan infrastruktur, peningkatan kompetensi SDM, dan pelayanan inklusif, menjadi sorotan utama dalam evaluasi. Ia mengajak peserta untuk bersama-sama meninjau apakah program tersebut telah mencapai sasaran secara kualitas dan kuantitas.

Selain itu, ia menyinggung implementasi program 1.000 Kampung Moderasi Beragama sebagai upaya membangun masyarakat yang toleran dan harmonis. “Meski beberapa kampung telah menunjukkan kemajuan, kita tetap harus menghadapi tantangan di wilayah minim akses atau yang masih menghadapi resistensi terhadap perubahan,” kata Marheni, sembari mendorong strategi baru untuk memperluas dampak program.

Dalam upaya deteksi dini konflik keagamaan, sistem pelaporan konflik yang telah diintegrasikan dinilai sebagai langkah signifikan. Namun, Marheni mengingatkan bahwa efektivitas sistem ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Program lain yang turut dievaluasi adalah Project Management Unit (PMU) KUA sebagai Pemberdayaan Ekonomi Umat. Program ini, melalui pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan dana bergulir, telah memberikan dampak nyata pada penguatan ekonomi umat. “Kita perlu memastikan program ini benar-benar memenuhi harapan masyarakat dari segi manfaat ekonomi dan peningkatan kualitas kehidupan keagamaan,” tambahnya.

Marheni juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa setiap alokasi dana harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. “Pengelolaan anggaran tidak hanya soal penggunaan dana, tetapi juga harus direncanakan dengan matang dan dievaluasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam penutup sambutannya, Marheni mengingatkan bahwa Tahun 2025 akan menghadirkan tantangan baru yang menuntut kebijakan adaptif dan responsif. Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran harus transparan dan akuntabel, dengan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan evaluasi ini sebagai wahana untuk memperbaiki dan menyempurnakan langkah kita. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, saya yakin program Bimas Islam akan semakin bermanfaat,” tuturnya.

Kepala Bagian Tata Usaha, Syarif Hidayatullah menutup kegiatan ini secara resmi, dalam arahannya ia menyampaikan pentingnya membangun kebersamaan dan tim yang solid dalam satuan kerja. 

‘’Saya berharap seluruh jajaran dibawah binaan Bidang Bimas Islam terutama kepada Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh agar tetap solid dan mampu membangun sinergitas yang baik.’’ Ujar Syarif.

Disampaikan juga oleh Kabag TU beberapa informasi penting terkait rencana beberapa program kerja pada Kanwil Kemenag Provinsi Bali kedepan dan mengharapkan dukungan dan sinergitas dalam mengawal kebijakan program tersebut.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Bali, dan Ketua Tim pada Bidang Bimas Islam. Diskusi yang mendalam menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pelaksanaan program di masa mendatang. 

Evaluasi ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi optimalisasi program Bimas Islam di Bali, sekaligus wujud komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(sn)


Berita Sebelumnya
Orienetasi Peraturan Perundang-undangan Bagi Penghulu
Berita Berikutnya
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1446 H: Momentum Untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Rekomendasi:

Berita Terbaru: