(Humas Bali) Kementerian Agama Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan Bank Dunia melalui proyek Realizing Education’s Promise - Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR). Proyek ini bertujuan meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah dalam binaan Kementerian Agama.
Program REP-MEQR harus berdampak langsung pada peningkatan mutu tata kelola dan layanan pendidikan madrasah. Hal ini membutuhkan ketepatan waktu dan kerjasama dalam setiap komponennya. Untuk mengevaluasi program REP-MEQR yang telah dilaksanakan di Provinsi Bali, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Islam melakukan Evaluasi Program REP-MEQR Komponen 1,2,3,4 Tahun 2023 yang bertempat di Swan Paradise A Pramana Experience, Kabupaten Gianyar, Selasa (29/11/2023). Diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari kepala seksi pendidikan Islam se Bali serta para operator se Bali.
Rustiani Erwin Yuni Astiti selaku ketua tim Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah menjelaskan bahwa REP-MEQR terdiri atas empat komponen yaitu; 1) tata kelola madrasah berbasis digital melaluia EDM-eRKAM, 2) Asesemen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI), 3) Peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), 4) Manajemen data base Pendidikan Islam melalui Emis 4.0 yang diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan pendidikan di Kementerian Agama.
Disampaikan pula berkat kerja keras para operator, Provinsi Bali masih menempati peringkat tinggi dalam Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah Berbasis Elektronik (eRKAM).
Sementara itu mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Mahmudi selaku Kepala Bidang Pendidikan Islam menyampaikan apresiasi atas kerja keras para operator yang telah menunjukkan komitmennya sehingga Bali selalu berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Atas prestasi tersebut Mahmudia tidak ingin menjadikan kita berpuas hati.
“Kita harus bisa meningkatkan dan juga mengevaluasi segala prestasi yang telah diraih oleh Bali, sehingga untuk kedepan dalam anggaran 2024 kita mampu meningkatkan kinerja. Jika ada permasalahan yang ada, saya harap mampu dikomunikasikan dengan baik. Dalam kesempatan ini juga saya berharap peran serta semua dalam memberikan masukan dan usulan untuk kemajuan madrasah dan membentuk madrasah yang berkualitas,” jelas Mahmudi.
Melalui program REP-MEQR sejatinya sebagai jalan pemerintah untuk mampu menciptakan madrasah yang berkualitas dan memiliki daya saing. Dengan didukung sarana prasarana yang baik tentunya madrasah tidak akan dipandang sebelah mata lagi. Untuk itu peran serta dari kepala seksi se Bali diharapkan agar program ini dapat berjalan dengan baik.
Dikemas secara hangat dan kekeluargaan kegiatan Evaluasi Program REP-MEQR ini juga diisi dengan permainan yang membangun kebersamaan. Evaluasi Program REP-MEQR ini digelar selama tiga hari hingga 1 Desember 2023.(sn)