Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

FGD Lintas Agama Bahas Peran Pendidikan Agama dalam Cegah Kekerasan di Sekolah

Denpasar (Kemenag) - Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pemenuhan Pendidikan Agama bagi Peserta Didik dalam Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan: Wujudkan Sinergisitas Membentuk Sekolah Ramah Anak" digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Rabu (19/06/2024). Acara ini diorganisir oleh Kelompok Kerja Lintas Agama dengan dukungan Tim Kerja Ortala dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, dan dihadiri oleh pengawas lintas agama.

Komang Sri Marheni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. "Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan strategi-strategi efektif yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah dalam upaya mencegah dan menangani tindak kekerasan," ujarnya.

Tujuan utama FGD ini adalah memperkuat peran pendidikan agama dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki toleransi tinggi. Hal ini diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Selain itu, diskusi ini bertujuan menemukan solusi atas tantangan kekerasan di sekolah, mewujudkan sekolah ramah anak, meningkatkan kompetensi pendidik dan pengawas, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya sekolah bebas kekerasan.

Dalam diskusi, para peserta menyepakati bahwa pendidikan agama memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anti kekerasan pada peserta didik. Mereka juga menekankan pentingnya pendekatan agama yang humanis dan inklusif untuk menangani kekerasan di sekolah.

"Dengan meningkatkan kompetensi para pendidik dan pengawas dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam proses pendidikan, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan aman," Ujar Putu Sesana selaku Ketua Pokja Lintas Agama.

Selain itu, FGD ini juga bertujuan untuk membentuk pemahaman bersama tentang pentingnya peran pendidikan agama dalam membentuk karakter peserta didik yang anti kekerasan dan penuh toleransi. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter anak yang baik dan mengurangi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat umum. Diharapkan, FGD ini menjadi langkah awal yang konkret dalam membentuk sekolah-sekolah yang benar-benar ramah anak, di mana hak-hak anak dihormati dan kekerasan tidak lagi terjadi.

"Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, sehingga kita dapat terus mengevaluasi dan memperbaiki upaya kita dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik," harap Marheni.

Dengan berbagai harapan dan tujuan yang telah disampaikan, FGD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih aman bagi seluruh peserta didik di Indonesia.(sn)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Menag Minta Seluruh ASN Kemenag Aktif Sosialisasikan Larangan Judi Online

Rekomendasi:

Berita Terbaru: