Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Gelar Layanan Kelompok Kerja Majelis Taklim 2024, Sebagai Upaya Mendukung Peningkatan Kualitas dan Sinergi Pengurus

Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam kembali menggelar kegiatan penting, yaitu Penyelenggaraan Layanan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim Provinsi Bali Tahun 2024, Senin (26/8/2024). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, bertempat di B Hotel Denpasar, dan dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari Kasi Bimas Islam serta perwakilan pengurus Pokja Majelis Taklim se-Bali.

Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan karena Majelis Taklim dianggap memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal. Majelis Taklim, yang selama ini dikenal sebagai sarana untuk menanamkan akidah dan akhlakul karimah, diharapkan dapat terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan jamaahnya. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam merasa perlu untuk mengadakan layanan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi para pengurus Pokja Majelis Taklim.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, menurut panitia, adalah untuk mendukung peningkatan kualitas Majelis Taklim, meningkatkan kompetensi SDM pengurus, membangun silaturahim antar pengurus, serta menyatukan persepsi dalam menyelenggarakan kegiatan secara mandiri, bermutu, dan terarah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Bali, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, serta praktisi di bidang terkait.

Komang Sri Marheni selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Majelis Taklim dalam kehidupan umat Islam. "Majelis taklim bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan menguatkan ukhuwah Islamiyah. Melalui majelis taklim, umat dapat terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari," ujar Marheni.


Penyelenggaraan layanan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas Majelis Taklim di Bali. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia pengurus Pokja Majelis Taklim, membangun silaturrahim antar pengurus, serta menyatukan persepsi untuk dapat menyelenggarakan kegiatan yang lebih mandiri, bermutu, dan terarah.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, serta praktisi ini, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar pengurus Majelis Taklim di Bali. Narasumber dalam kegiatan ini memberikan materi dan panduan yang relevan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola dan mengembangkan Majelis Taklim di wilayah masing-masing.

Di sela-sela acara, diumumkan pula Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRA) Provinsi Bali Tahun 2024. Dari total 11 masjid yang dinilai, terdapat 7 pemenang dan 4 nominasi yang berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori. Kategori-kategori tersebut antara lain Masjid Agung Percontohan, Masjid Besar Percontohan, Masjid Jami’ Percontohan, Masjid Bersejarah Percontohan, Masjid Tempat Publik Percontohan, Masjid Ramah Anak dan Perempuan, serta Masjid Ramah Lingkungan.

Penghargaan ini diberikan kepada masjid-masjid yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam pelayanan kepada jamaah dan masyarakat luas. Di antaranya, Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua, Kabupaten Badung dinobatkan sebagai Masjid Agung Percontohan, sementara Masjid Besar Al Hidayah, Bedugul – Candikuning, Kabupaten Tabanan memenangkan kategori Masjid Besar Percontohan. Adapun Masjid Jami’ Al Mustaqim Kabupaten Jembrana berhasil meraih penghargaan sebagai Masjid Jami’ Percontohan, dan Masjid Jami’ Safinatussalam Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng dinilai sebagai Masjid Bersejarah Percontohan. Selain itu, Musholla Toriqussalam Sanur, Kota Denpasar memenangkan kategori Masjid Tempat Publik Percontohan, Masjid Agung Al-A’la, Kabupaten Gianyar meraih penghargaan sebagai Masjid Ramah Anak dan Perempuan, serta Musholla Al Hikmah Joglo, Desa Padang Sambian, Kota Denpasar berhasil mendapatkan predikat Masjid Ramah Lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama Provinsi Bali dalam mendukung peningkatan kualitas Majelis Taklim, serta membangun kerjasama yang erat di antara para pengurusnya untuk terus membina dan mendidik umat menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah.(sn)


Berita Sebelumnya
Orienetasi Peraturan Perundang-undangan Bagi Penghulu
Berita Berikutnya
MTQ Nasional ke-30 di Samarinda: Inovasi Digital dan Semangat Ukhuwah dalam Syiar Al-Qur'an

Rekomendasi:

Berita Terbaru: