Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Inovasi, Kunci Kemenag Bali Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Jakarta (Kemenag) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menjadi salah satu dari lima satuan kerja Kementerian Agama yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2019 dari Kemenpan RB. Inovasi menjadi kunci keberhasilan Kemenag  Provinsi Bali memperoleh predikat WBK. 

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Bali I Nyoman Lastra usai menerima penghargaan dari Menpan RB Tjahjo Kumolo, di Jakarta. "Tahap selanjutnya adalah menjadi satker dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Kuncinya inovasi," ujar I Nyoman Lastra, Selasa (10/12). 

Untuk melakukan inovasi tersebut, Lastra pun mendorong para ASN Kanwil Kemenag Bali untuk bersama mencari ide kreatif dan inovatif. “Tim kreatif itu, ya ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali untuk dapat menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuh layanan masyarakat. Sekaligus juga mampu menerapkan digitalisasi pelayanan untuk memudahkan dan memangkas birokrasi,” ujar Lastra. 

Ia pun tak lupa mengapresiasi jajarannya atas prestasi yang telah diperoleh. Ia menyampaikan bahwa penghargaan yang diperoleh adalah hasil kerja keras seluruh agen, duta, dan seluruh ASN di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. “Penghargaan yang kita raih ini  jadikan sebagai momentum tantangan kita ke depan untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan layanan masyarakat pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali” Ujar Nyoman Lastra ditemui usai menerima penghargaan ZI ini.

Sejumlah inovasi memang telah ditorehkan Kanwil Kemenag Provinsi Bali di bawah kepemimpinan I Nyoman Lastra. Mulai dari dibentuknya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang menggunakan aplikasi besutan para Pranata Komputer Kanwil Kemenag Bali, program Freeday Bicara, hingga program Kemenag Menyapa. 

Sejumlah inovasi ini memperoleh apresiasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan yang selama ini memantau perkembangan reformasi birokrasi satuan kerja Kemenag. 

 "Selain layanan PTSP, Kanwil Kemenag Bali punya program semacam ngopi pagi. Jadi sebulan sekali mereka mengadakan ngopi dan sarapan bersama yang diikuti oleh seluruh Kemenag Kabupaten Kota, bahkan juga diikuti oleh kepala perguruan tinggi keagamaan negeri. Yang terpenting, di sana dibicarakan program-program," jelas Sekjen.

Sekjen berharap inovasi-inovasi yang baik dari satker yang telah meraih WBK dapat ditiru oleh satker lainnya. “Kita bertahap, sehingga nanti kita harap semuanya dapat menjadi satker WBK bahkan WBBM,” harap Sekjen. (sn)

Sumber : Inmas Kemenag Bali
Penulis : Kontri
Editor : Indah Limy

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Agen Perubahan Kanwil Kemenag Bali Goes to Kota Malang

Rekomendasi:

Berita Terbaru: