Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Ka Kanwil Komang Sri Marheni Hadiri Kunjungan Silaturahmi Ketua MPR RI

(Humas Bali) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni Rabu (23/12) menghadiri undangan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dalam acara Kunjungan Silaturahmi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertempat di kediaman ketua FKUB di Puri Denbencingah Kabupaten Klungkung.


Hadir dalam acara ini Bupati Klungkung, jajaran FKUB Bali, Forpela , Forgimala, Biro Kesra, dan Kesbangpol. Ketua FKUB Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampikan bahwa Bali adalah sebagai salah satu banteng dari Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Saya mengokohkan Bali sebagai buminya Pancasila Bhineka Tunggal Ika” Ujar Ida Penglingsir. Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan hidup di Bali sudah tidak diragukan dan wajah kerukunan hidup beragama Indonesia itu adalah Bali.


Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerukunan itu mudah diucapkan namun tidak mudah dilaksanakan, tidak ada ujung pangkal dari pelaksanaan kerukunan ini. Kabupaten Klungkung memiliki suatu brand yang diciptakan yaitu Gema Santi dengan spirit gema suara santi damai. Gema Santi merupakan akronim dari gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif.


“Nilai nilai kesantunan dan inovatif adalah modal dasar dalam membangun Kabupaten Klungkung” Jelas Suwirta.
Lebih lanjut Suwirta juga menyampaikan sebuah pesan yang cukup mendalam untuk kita yaitu agar kita sebagai pribadi harus mampu menurunkan harga diri dan membiarkan orang lain meninggikan harga diri kita. Pesan ini memiliki makna bahwa kita harus mampu memberikan yang terbaik tanpa perlu menjadi orang yang terbaik.


Disampaikan juga Kabupaten Klungkung pda tahun 2020 ini dinobatkan sebagai Kabupaten layak HAM untuk ke enam kalinya. Sementara itu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan kemajuan teknologi saat ini sedikit banyak memberi dampak terhadap keutuhan kerukuna hidup beragama. Ujaran kebencian dan paham keagamaan yang sempit dapat muncul dari informasi yang berkembang dari teknologi.


“Bali saat ini masih menduduki tingkat tertinggi sebagai wilayah kerukunan hidup beragamanya dapat terjaga dengan baik” Ujar Bamsoet biasa disapa. “Saya selalu merasa nyaman untuk tinggal di Bali, bahkan saya merencanakan untuk menghabiskan masa pension saya di Bali. Hal ini yang saya tidak dapat di wilayah lain” ucap Bamsoet.


Menyoroti pandemi Covid 19 yang belum usai ini Ba,soet juga menyampaikan bahwa pemerintah hadir melalui berbagai macam program untuk membantu rakyat ditengah kesulitan hidup. Salah satunya yaitu program bantuan social dan bantuan UMKM.
Namun, ada tiga sektor yang tetap bertahan dimasa pandemi ini yaitu sector pertanian, komunikasi, dan teknologi.
Acara ini ditutup dengan mengunjungi komplek rumah ibadah di Puja Mandala Nusa Dua.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Hadiri Syukuran Penganugerahan WBBM Kota Denpasar, Ka Kanwil Marheni: Tutup Tahun dengan Penuh Rasa Syukur

Rekomendasi:

Berita Terbaru: