Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Ka Kanwil Marheni Kunjungi MAN 1 Jembrana, Tinjau Fasilitasi Isolasi Pasien Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala (Asimtomatik) Covid-19

(Humas Bali) Upaya memutus penyebaran Covid-19 merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, termasuk MAN 1 Jembrana sebagai salah satu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Kementerian  Agama Republik Indonesia. Sejak 25 Juli 2021, Asrama Putri madrasah yang terletak di Jalan Ngurah No. 103 Jembrana tersebut ditunjuk oleh Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana sebagai tempat isolasi mandiri bagi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) Covid-19. 

Saat ini sebanyak 8 kamar asrama telah digunakan untuk isolasi mandiri bagi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) dengan total pasien sebanyak 45 orang, dimana masing-masing kamar berisi 3 hingga 8 pasien. Penggunaan Asrama Putri MAN 1 Jembrana sebagai tempat isolasi mandiri pasien Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala (Asimtomatik) Covid-19 sesuai surat dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana nomor 360/2059/STPC-19/2021. Penggunaan Asrama MAN 1 Jembrana sebagai tempat isolasi pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) Covid-19 dikelola langsung oleh SATGAS Covid-19 Kabupaten Jembrana dan setiap harinya ada tenaga kesehatan, TNI, dan Polri yang bertugas untuk memonitoring pasien. 

Kepala MAN 1 Jembrana, H. Agus Subagya, M.Pd. menjelaskan bahwa penggunaan Asrama Putri sebagai tempat isolasi bagi pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) Covid-19 di Jembrana merupakan salah satu bentuk dedikasi MAN 1 Jembrana dalam turut serta memerangi lonjakan kasus Covid-19 khususnya di Jembrana. “Saat ini sebanyak 8 kamar Asrama Putri telah digunakan sebagai tempat isolasi pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) Covid-19. Upaya ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Jembrana,” ungkapnya saat ditemui di MAN 1 Jembrana, Jumat (30/07/2021). 

Agus Subagya juga menambahkan bahwa inisiatif ini sesuai arahan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si. melalui Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali H. Mahmudi, M.Pd. yang menyatakan bahwa madrasah harus mengambil peran untuk membantu pemerintah dalam memutus dan mempercepat penanganan Covid-19. Harapannya, hal ini sebagai langkah nyata peran madrasah hebat bermartabat berbakti untuk negeri guna menanggulangi Pandemi.

Selain itu, penggunaan Asrama Putri MAN 1 Jembrana sebagai tempat untuk isolasi mandiri, tidak berdampak pada proses belajar mengajar di MAN 1 Jembrana, mengingat seluruh proses pembelajaran masih dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) sesuai arahan pemerintah dan dinas terkait. “Pembelajaran di MAN 1 Jembrana selama penggunaan asrama sebagai tempat isolasi mandiri pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) Covid-19 sangat tidak terganggu. Karena pembelajaran saat ini masih berlangsung secara DARING dari rumah masing-masing,” tegas Agus Subagya. 

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid 19 ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Ka Kanwil berharap agar penyediaan tempat isolasi mandiri bagi pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) dapat meringankan beban pemerintah daerah setempat dan membantu terfasilitasinya pasien kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) untuk memperoleh tempat isolasi khusus, sehingga mereka dapat lebih fokus untuk pemulihan dan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal mereka dapat terhindar dari penyebaran Covid 19.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Bantu Penanganan Pandemi, Kemenag Realokasi Hampir Rp2 Triliun Anggaran 2021

Rekomendasi:

Berita Terbaru: