Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Wayan Santa Adnyana selaku Kepala Bidang Urusan Agama Hindu di Hotel Nirmala memaparkan bahwa pasca pernikahan / Wiwaha perjalanan kehidupan berumah tangga yang mendasar adalah bagaimana mempertahankan keharmonisan pasangan suami istri. Sehingga skala prioritas kepercayaan terhadap pasangan perlu dijunjung tinggi.
Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Kegiatan Pembinaan Pasca Nikah Tahun 2023 yang digelar oleh Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinisi Bali dengan tema Pembinaan Pasca Nikah Untuk Meningkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Manusia Menuju Indonesia Maju Dan Tangguh, Kamis (23/2/2023).
Dalam kesempatan ini I Wayan Santa yang membuka kegiatan secra resmi menyampaikan jika Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas telah mencanangkan Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama dan Kementerian Agama selaku perpanjangan tangan pemerintah sesuai tugas dan funsginya wajib mengayomi umat dan selalu menjaga kerukunan umat beragama khususnya di Bali yang dianggap sebagai barometer kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Kegiatan pembinaan pasca nikah kami gelar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman sekaligus keterampilan tentang kehidupan berumah tangga. Memahami hakekat dan tujuan dari pernikahan adalah bersyukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah diberikan serta kesempatan untuk berbuat yang terbaik. Dalam sebuah perjalan bahtera rumah tangga hambatan, kerikil-kerikil kecil dan konflik pasti akan terjadi disitulah pendewasaan dalam berumah tangga akan berjalan seiring dengan pendewasaan dalam diri masing-masing” ucap I Wayan Santa.
Lebih lanjut Ka Bid Ura Hindu berpesan hendaknya menggambil jalan tengah (The Middle Path) jika ada permasalahan yang timbul. “Jalan tengah adalah solusi. Jalan tengah menandakan kedewasaan pasangan mencari solusi. Namun perlu diingat membangun keluarga yang Sukinah tidak hanya ditentukan dari kedewasaan pasangan namun ditentukan juga melalui sikap bakti anak kepada orang tua. Maka dari itu kecerdasan intelektual dan spiritual harus berimbang pada setiap anggota keluarga sehingga harapan untuk menjadi Keluarga Sukinah dapat terwujud” tutur Ka Bid Ura Hindu kepada 82 orang peserta kegiatan dari Kabupaten/Kota Se-Bali. (CA)