Tahun 2023 adalah tahun yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Maka dari itu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan Dialog Moderasi Beragama Masyarakat Hindu.
Pada kesempatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa Indonesia adalah laboratorium pluralisme, sehingga moderasi beragama adalah solusi dan cara pandang terbaik sebagai penengah terhadap keberagaman persoalan yang bermuara pada agama, suku dan ras.
Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama sedangkan tema yang diusung yaitu “Memaknai hari suci Nyepi sebagai moderasi beragama dalam menciptakan kerukunan dan kebersamaan”.
“Semangat membangun moderasi beragama adalah langkah yang sangat tepat untuk ditanamkan di Indonesia. Di Bali sendiri pertumbuhan penduduk semakin multikultural begitu juga dengan masuknya sosial dan budaya dari luar yang menjadikan tantangan tersendiri bagi umat Hindu dan lembaga keagamaan Hindu untuk menjaga dan terus melestarikan adat dan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur dan sekaligus mejaga keharmonisan umat beragama di Bali ” tutur Marheni, Rabu, 8 Maret 2023, di Hotel Nirmala saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan.
Selanjutnya Ka Kanwil Komang Sri Marheni mengajak untuk terus mengembangkan dan membangun sikap moderasi beragama sesuai dengan ajaran agama Hindu serta dapat menerima adanya keberagaman yang merupakan Waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Membangun kepercayaan, komunikasi dan mengedepankan aspek persamaan daripada menggali perbedaan adalah kunci membangun hubungan yang harmonis antar pemeluk agama. Filter informasi di era digital dan bijaklah dalam menggunakan media sosial “ tegas Ka Kanwil.
Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Ka Kanwil Komang Sri Marheni kepada peserta kegiatan yang selama ini telah menjadi bagian dari Kanwil Kemenag Prov Bali untuk mensosialisasikan program-program mengenai moderasi beragama sehingga keharmonisan di pulau Bali terus terjaga.
“Saya berharap peserta kepada peserta untuk terus berkolaborasi dengan Kanwil dan menghimbau kepada masyarakat serta para anggota keluarganya agar mampu menjadi ruang berkembangnya globalisasi, yakni bagaimana anggota lembaga dapat berpikir global tetapi tetap bertindak dalam koridor tradisi lokal. Mengingat organisasi /lembaga-lembaga keagamaan harus tetap eksis dalam perubahan yang berlangsung” ungkap Marheni
Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari yang dimulai pada hari Rabu, 8 Maret s.d 10 Maret 2023 diikuti 100 orang peserta dari Kabupaten/Kota se-Bali yang terdiri dari unsur Sekaa Teruna Teruni, Pakis, Kelian Adat, Pecalang dan Sekaa Santi. Sedangkan narasumber yang dihadirkan sebanyak 6 (enam) orang yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan birokrasi.(CA)