Denpasar (Kemenag) - Dalam rangka mengakselerasi program prioritas Kementerian Agama yaitu Penguatan Moderasi Beragama, Tim kerja Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali kembali merealisasikan dengan menggelar Orientasi Pelopor Moderasi Beragama (PMB) Bagi Tokoh Masyarakat dan ASN Kementerian Agama Angkatan IV dan V di B Hotel and Spa Denpasar, Selasa (14/5/2024).
Membuka secara resmi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah peta jalan Kementerian Agama untuk menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi secara lebih mendalam dengan membentuk dan menggerakan kader Pelopor Moderasi Beragama untuk mengikat Indonesia yang penuh warna pada kesatuan dalam keberagaman.
“Moderasi beragama merupakan pemikiran baru yang lahir dari Kementerian Agama sebagai pilar penting dalam mempererat kebhinekaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Agama melakukan akselerasi program prioritasnya dengan melakukan implementasi internalisasi penguatan moderasi beragama melalui Orientasi Pelopor Moderasi Beragama (PMB) bagi Tokoh Agama dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama yang akan dibentuk dan digerakan sebagai kader Pelopor Moderasi Beragama” ujar Marheni.
Kakanwil Komang Marheni mengungkapkan bahwa Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia menunjukan bahwa keberagaman dan kerukunan di Provinsi Bali sangat terjaga.
“Kita harus sadar bahwa kebhinekaan itu sangat penting, kerukunan mahal harganya. Perbedaan artinya Tuhan memang menciptakan kita dari perbedaan, sehingga kita harus menerima perbedaan itu sebagai suatu keniscayaan” ungkap Kakanwil
Dalam kesempatan ini KaKanwil menyoroti bahwa saat ini banyak sekali kejadian viral yang menimpa anak-anak dan remaja terutama akibat dari perilaku bullying dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
“Disinilah Peran pelopor moderasi beragama dianggap penting dilingkungan sekitarnya dan masyarakat luas untuk menerapkan ajaran agama yang mengedepankan rasa kasih sayang dan pengertian terhadap perbedaan” jelas Kakanwil.
Lebih lanjut Komang Marheni mengajak kepada peserta orientasi yang merupakan kader Pelopor Moderasi Beragama untuk mengakselerasi dan mendesiminasikan nilai- nilai moderasi beragama dilingkungan sekitar hingga masyarakat luas dan menjadikan moderasi beragama sebagai semangat yang terus mengalir dalam menjaga dan mengawal kerukunan umat beragama di Indonesia.
Kakanwil Komang Sri Marheni berharap peserta dapat memanfaatkan momen ini untuk memperoleh forlmula nilai-nilai moderasi beragama yang diberikan oleh para fasilitator sekaligus berbagi gagasan baru sebagai fondasi kerukunan umat beragama di Provinsi Bali.
Wina Maya Lestari selaku Ketua Tim Kerja Ortala dan KUB menjelaskan bahwa Orientasi Pelopor Moderasi Beragama ini berlandaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024 dan Renstra Kementerian Agama Tahun 2020 – 2024 yang telah menetapkan Moderasi Beragama sebagai prioritas nasional.
Peserta PMB berjumlah 80 (delapan puluh) yaitu Angkatan IV berjumlah 40 orang dan Angkatan V berjumlah 40 orang yang terdiri dari unsur ASN Kementerian Agama dan Tokoh Lintas Agama se Provinsi Bali akan mengikuti rangkaian pelaksanaan orientasi ini sebanyak 28 JPL selama 4 (empat) hari, Selasa, 14 Mei hingga 17 Mei 2024.(ca)