Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Ka.Kanwil Komang Sri Marheni: Guru Pasraman Hindu Sebagai Pelopor Moderasi Beragama

    Dengan latar belakang masyarakat Indonesia yang memiliki keberagam multi budaya tentunya dapat menimbulkan gesekan antar kelompok tertentu, terlebih lagi konflik keagamaan yang sering dipicu karena keberagaman yang bersifat eksklusif. Maka dari itu Moderasi beragama adalah kunci dari terciptanya kerukunan dan toleransi agar mampu saling menghargai keberagaman umat beragama.

    Melalui latar belakang tersebut Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar kegiatan Moderasi Beragama Bagi Guru Pasraman yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan jiwa toleransi yang harus dibangun, dipelihara dan ditumbuhkembangkan dalam diri melalui berbagai upaya dan salah satunya adalah pendidikan di Pasraman.

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si pada hari Selasa, 19 April 2022 di B Hotel & SPA Denpasar mengusung tema “Melalui Moderasi Beragama bagi Guru Pasraman Kuatkan Moderasi dan Profesionalitas Guru Pasraman”. Kegiatan yang dilaksanakan selama selama 3 hari yaitu pada tanggal 19 April – 21 April 2022 diikuti dengan jumlah peserta 40 orang perwakilan guru dari Pasraman formal dan non formal dari Kabupaten / Kota se-Bali.

    Disamping membuka kegiatan ini secara resmi, Ka.Kanwil juga menyampaikan bahwa peran dari guru Pasraman Hindu selain mengarahkan dan menanamkan moderasi beragama dan nilai-nilai multikultural di Pasraman, guru Pasraman Hindu berperan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengertian yang luas kepada anak didiknya dan ditengah-tengah masyarakat tentang Hindu yang damai, yang dapat menghargai perbedaan, menghormati keyakinan masing-masing dan menjunjung tinggi tenggang rasa.

    “ Moderasi beragama merupakan perilaku harmoni dan damai dalam menjalankan hidup sesuai agama yang dianutnya. Dari moderasi beragamalah terciptanya kunci kerukunan dan toleransi secara intern umat beragama dan secara antar umat beragama. Ini yang menjadi cita-cita suci umat beragama dalam kebhinekaan ” tutur Ka.Kanwil

    Tantangan moderasi beragama terkait dengan kemunculan berbagai paham keagamaan yang terletak pada cara pandang di dalam memahami ajaran agama itu sendirti adalah menjauhkan dan menangkal gerakan dan paham radikalisme dengan mengembangkan sikap moderat di dalam diri kita masing-masing sebagai generasi penerus bangsa.

    Melalui kegiatan ini Ka.Kanwil berharap kepada guru Pasraman Hindu dapat menjadi pelopor toleransi beragama dan mampu menghargai keragamaan baik di lingkungan Pasraman maupun di tengah-tengah masyarakat, serta mampu menjadi agen moderasi beragama dalam menyebarkan sikap-sikap moderat dan nilai-nilai multikultural.

    “ Sebagai pelopor toleransi beragama serta agen moderasi beragama, saya berharap guru Pasraman Hindu juga mampu menciptakan anak didiknya sebagai kader-kader muda yang mampu menyebarkan nilai-nilai kerukunan ke semua lapisan masyarakat. Dan melalui kegiatan ini saya juga menginginkan pondasi-pondasi nilai moderasi beragama untuk terus dikuatkan oleh guru Pasraman kepada anak didiknya dan di kehidupan bermasyarakat “ ungkap Ka.Kanwil

    Turut hadir mendampingi Ka.Kanwil saat membuka kegiatan secara resmi adalah Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Ida Ayu Putu Gede Dharma Yanti, S.Ag, M.Pd.H, Sub.Koordinator Seksi Pendidikan Keagamaan Hindu Ida Ayu Nyoman Sriudiani, S.Ag, M.Pd.H serta Sulastri, S.Ag., M.Pd.H selaku ketua panitia.(CA)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Pembukaan Orientasi Peningkatan Kompetensi Bagi Guru PAUD Tahun 2022

Rekomendasi:

Berita Terbaru: