Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Ka.Kanwil Komang Sri Marheni Minta Kolaborasi Antar Peserta

(Humas Bali), Guru mempunyai posisi penting, karena guru merupakan orang tua siswa dalam dunia pendidikan untuk mengimplementasikan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif dan moderat di sekolah. Apabila seorang guru mempunyai paradigma pemahaman keberagamaan yang inklusif dan moderat, maka guru juga akan mampu untuk mengajarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai keberagamaan tersebut terhadap peserta didik di sekolah, oleh sebab itu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu menggelar kegiatan  yang menggambil tema Tangkal Radikalisme, Bangun Harmoni Dan Kerukunan Umat Beragama Dengan Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik Dan Kependidikan.

Kegiatan yang diselenggarakan selama selama 4 (empat) hari, mulai hari Selasa, 3 November  s/d Kamis 6 November 2020 dilatarbelakangi oleh tumbuhnya fenomena radikalisme berbasis agama belakangan ini merupakan problem penting yang perlu secara khusus mendapatkan perhatian dari kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat secara umum. Sebab sebagaimana kita ketahui, radikalisme yang membawa tedensi agama, atau berbasis agama, memiliki dampak langsung pada kerukunan hidup intra dan antar umat beragama. Tentu saja pemaknaan terhadap radikalisme ini perlu didefinisikan secara tegas. Jangan sampai ada penangan yang keliru terhadap radikalisme, karena kekliruan dalam mendefinisikan radikalisme itu akan bisa berdampak tidak baik. Memperhatikan kondisi tersebut maka seseorang sebagai tenaga pendidik dan kependidikan dipandang perlu di berikan pemahaman, bagaimana seharusnya mencari jalan tengah/ berada ditengah-tengah tidak ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Menangkal paham radikalisme dengan menghadirkan Moderasi Beragama.

Maka dari itu Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, Ida Ayu Putu Gede saat membuka kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik Dan Kependidikan yang digelar oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali pada hari Selasa, 3 November 2020, memberikan arahan kepada peserta kegiatan yang terdiri dari guru agama Hindu tingkat Dasar dan Menengah utusan dari Kabupaten/ Kota se — Bali sebanyak 60 (enam puluh) orang, bahwa tugas guru saat ini tidak semata meningkatkan pengetahuan umum dan agama seorang siswa, tetapi ada peran besar terkait penyiapan generasi anak bangsa ke depan, yakni penguatan moderasi beragama, perkuat moderasi beragama baik di lingkungan masyarakat melalui pembinaan maupun pelajaran di sekolah agama. 

Membangun rasa saling pengertian sejak dini antara peserta didik yang mempunyai keyakinan keagamaan yang berbeda maka sekolah harus berperan aktif menggalakkan dialog keagamaan atau dialog antar umat beragama yang tentunya tetap berada dalam bimbingan guru-guru. Dialog antar umat beragama semacam ini merupakan salah satu upaya yang efektif agar peserta didik dapat membiasakan diri melakukan dialog dengan penganut agama yang berbeda, walaupun dialog yang dilakukan secara daring ataupun dengan tatap muka dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat.Dipenghujung arahannya Sri Marheni berharap kepada peserta yang hadir untuk berkolaborasi  antar peserta dan berdialgog dengan narasumber sehingga dapat membagikan informasi-informasi yang didapat dalam kegiatan ini kepada rekan-rekannya agar penyampain moderasi beragama kepada peserta didik dapat disampaikan dengan kemasan yang menarik meskipun di tengah pademi.

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Koordinasi Pembangunan Asrama Astika Darma Karangasem Bali.

Rekomendasi:

Berita Terbaru: