Humas Bali, Selasa 6 April 2021, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu, menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Pasraman, yang bertempat di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar, dengan para peserta Guru Agama Hindu perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.
Kegaiatan ini di awali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Doa bersama dengan panduan Doa Agama Hindu,
pembacaan sambutan Ketua Panitia dan Pembukaan Acara Sosialisasi Kurikulum
Pasraman.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Bali, yang didampingi oleh salah satu Kepala Seksi di Bidang
Pendidikan Agama Hindu, hadir untuk membuka acara secara resmi sekaligus
memberikan pemaparan terkait tema dari kegiatan Sosialisasi Kurikulum Pasraman.
Ka.Kanwil dalam sambutannya, sangat mengapresiasi
diadakannya kegiatan ini, karena dapat bertemu sekaligus bertukar pikiran
dengan bapak dan ibu Guru di Kabupaten dan Kota se-Bali, walau dalam suasana
pandemi namun kita sudah melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat,
mulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun atau
handsaniteser, tetap menggunakan masker dan yang terpenting harus menjaga jarak
aman.
Sebagai seorang Guru saat masa pandemi ini, kita dituntut
mampu melindungi diri kita terlebih dahulu, agar kita bisa ditiru oleh anak
didik kita dan orang-orang disekitar lingkungan kita. Pandemi ini adalah jalan
Alam dan Tuhan memberikan kita kesempatan untuk dekat dengan keluarga, karena
mungkin selama ini kita terlalu disibukkan dengan kegiatan kita sendiri,
sehingga kita lupa betapa pentingnya komunikasi kita dirumah bersama keluarga,
ungkap Komang Marheni.
Kegiatan ini sangat penting, karena para Guru dari
masing-masing Kabupaten dan Kota hadir untuk menyamakan persepsi dalam pembentukan
kurikulum, apalagi kurikulum tahun ini sudah diperbaharui dengan menekankan
pendidikan Agama dan Keagamaan, jadi rohnya kurikulum tahun ini adalah Agama
dan Keagamaan, dan ini merupakan tanggung jawab bagi para Guru Agama, terlebih
kurikulum ini tidak dapat ditemukan di sekolah umum dan hanya ada di Pasraman. Namun
jika ini dilakukan dengan senang, ini merupakan dinamika yang sangat baik bagi
dunia pendidikan Hindu, karena ini merupakan pembentukan karakter dalam
beretika sesuai ajaran Agama serta menyelaraskan kecerdasan intelektual,
kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, tutup Ka.Kanwil yang dilanjutkan
dengan foto bersama.