Bidang PHU Bali : Sebanyak 87 jemaah haji khusus dilepas keberangkatannya ke tanah suci oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali di terminal internasional Bandara Ngurah Rai. Jemaah hasil konsorsium beberapa Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tersebut diberangkatkan pada Sabtu (8/6/2024) dinihari dengan maskapai Emirates menuju Jeddah dengan transit di Dubai terlebih dahulu.
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Muhammad Nasihuddin, Tim Pengawasan PIHK Ditjen PHU, Ivan Sorjanata dan Cecep, PHU Kota Denpasar, H. Suraji, Pimpinan PT Bumi Nata Wisata, Hj. Sri Pujiastuti dan beberapa perwakilan PIHK konsorsium.
Menurut Hj Sri Pujiastuti, PT Bumi Nata Wisata yang berkantor pusat di Bali ditunjuk sebagai koordinator konsorsium 5 PIHK (travel) : Faryha Tour, Gazali Tour, Amalia Tour, Safina Dania Tour dan Bumi Nata Wisata. Ke-87 jemaah yang berangkat dari Bali tersebut akan transit dan bergabung dengan 180 jemaah lainnya di Dubai. "Insya Allah akan mendarat di Jeddah untuk lanjut menuju Makkah menuntaskan umrah wajib dan ibadah haji," jelas Sri.
Hasil pengawasan tim Kanwil Provinsi Bali dan tim Ditjen PHU dengan melakukan scanning kartu identitas jemaah, semua jemaah telah mengantongi visa haji, termasuk mereka yang bergabung melalui jalur furoda. Menurut Nasihuddin, dengan visa haji yang telah dimiliki maka jemaah akan dijamin kenyamanannya dalam beribadah haji selama dintanah suci.
"Pemerintah Arab Saudi sedang gencar-gencarnya melakukan razia peziarah yang masuk ke Arab Saudi. Apabila tidak mengantongi visa haji, maka pemerintah Arab Saudi akan memberikan sanksi berupa denda 10.000 riyal, deportasi dan ban/black list (tidak boleh masuk Arab Saudi) selama 10 tahun ke depan. Dan keseriusan itu telah ditunjukkan pemerintah Arab Saudi dengan menangkap beberapa jemaah, termasuk Indonesia, yang diketahui tidak bervisa haji," jelasnya.
Pihak Kanwil Bali sendiri memberikan apresiasi kepada pihak Bumi Nata Wisata yang memastikan seluruh jemaah haji khususnya semua bervisa haji. Termasuk tetap mengedepankan seragam batik haji nasional yang dipergunakan jemaahnya selama keberangkatan ke tanah suci.(nas)