Denpasar, Humas Bali – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar peringatan Isra Mikraj yang digagas oleh Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kamis (15/02/2024) bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Isra Mikraj adalah peristiwa diperjalankannya Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis yang kemudian dilanjutkan hingga ke Sidratul Muntaha. Kejadian ini menjadi cikal-bakal kewajiban salat lima waktu bagi kaum muslimin.
Melalui kegiatan Isra Mikraj yang dilaksanakan diharapkan dapat menciptakan harmonisasi dalam kehidupan umat beragama kita. Hal ini disampaikan oleh Arjiman selaku Kabag TU dalam laporannya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekedar formalitas tradisi semata, lebih dari itu diharapkan ada pengaruh peningkatan kualitas keimanan, karena disetiap perjalanan atau peristiwa yang Nabi Muhammad SAW lakukan, pasti mengandung hikmah terbaik untuk umatnya. Terlebih salah satu manfaat hikmah dari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW adalah munculnya perintah sholat lima waktu yang saat ini menjadi media efektif komunikasi antara tuhan dan hambanya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi contoh kita dalam berkinerja. Tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad harus dijadikan contoh atau cerminan untuk memacu kita lebih bersemangat dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui sifat terpuji Nabi Muhammad dalam mengatasi masalah, mampu mengasah mental kita menjadi tangguh dan menjadi orang optimis.
“Saya mengajak kepada seluruh pegawai dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali untuk menguatkan kulitas pelayanan kepada umat. Mari kita meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat dengan kita tetap harus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,” jelas KaKanwil.
Ditengah-tengah dinamika dan keberagaman sosial masyarakat Indonesia, peristiwa Isra Mikraj mengingatkan kita untuk selalu memperbaharui hubungan hablum minannas dan hablum minalloh, yaitu dengan saling menjaga cinta-kasih kepada umat manusia dan meng-upgrade keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal salih. Bahkan makna dari peristiwa ini, kita juga diajarkan betapa pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kasih sayang dalam berinteraksi dengan semua makhluk semesta (rahmatan lil ‘alamin).
“Melalui peringatan Isra Mikraj ini, saya mengajak untuk kita bersama tetap menjaga ritme kesalehan sosial anatar umat beragama dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT, serta menjadikan momen ini untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas amal dan iman kita,” ujar KaKanwil.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang dan Pembimas dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Seksi Bimas Islam, Pendis dan PHU Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, Perwakilan Kepala KUA Kab/Kota se-Bali, Kepala MAN se Bali, Ketua KK RA, MI, MTS, dan MA, Ketua MGMP PAI, TK, SD, SMP, dan SMA, Ketua POKJAWAS Provinsi Bali, Ketua POKJALUH Provinsi Bali, dan seluruh pegawai beragama Islam di Kanwil Kemenag Provinsi Bali.
Peringatan Isra Mikraj ini pun diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Habib Mahdi Almaghrabi dari Kabupaten Klungkung. Dalam tausyiahnya dijelaskan keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk dapat kita implementasikan dalam kehidupan serta pentingnya merawat kerukunan hidup antar umat beragama.(sn)