(Bidang PHU-Bali) Untuk memberikan pemanasan pengetahuan tentang manasik haji bagi calon jamaah haji tahun 1440 H/2019 M, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali bekerja sama dengan Takmir Masjid Raya Baiturrahmah Wonosari Denpasar menggelar manasik haji swakarsa. Kegiatan tersebut sebagai warming up sebelum penyelenggaraan manasik haji yang resmi diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali.
Kegiatan yang secara resmi telah dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali akan diselenggarakan setiap Sabtu dan Ahad bertempat di Masjid Raya Baiturrahmah. Hadir dalam kegiatan tersebut calon jamaah haji dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan beberapa jamaah dari Kabupaten lainnya. "Alhamdulillah kami bisa menyelenggarakan kegiatan ini bekerja sama dengan masyarakat sebagai bagian dari inovasi pelayanan dan pembinaan kami kepada jamaah," ujar H. Kusnul Hadi, Kepala Bidang PHU sesaat setelah pembukaan kegiatan.
Bidang PHU sendiri berharap kegiatan tersebut diikuti oleh PHU Kabupaten/Kota se-Bali sebagai bagian penyiapan jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 2019 ini. Menurut Kabid PHU, mempersiapkan jamaah haji yang mandiri butuh proses dan waktu yang cukup. "Kami berharap manasik swakarsa ini dapat dimanfaatkan oleh jamaah sebelum manasik resmi digelar Kabupaten/Kota. Tujuan akhirnya tidak lain untuk menyiapkan jamaah haji yang mandiri," tambahnya.
Kegiatan manasik swakarsa sendiri sejatinya akan dilaksanakan sampai bulan Maret 2019 dengan materi sama seperti kurikulum yang diterbitkan oleh Ditjen PHU. Menurut Kasi Pembinaan Haji dan Umrah, H. Nadlah, kegiatan yang berdurasi 4 JPL setiap pertemuan itu merupakan miniatur manasik haji yang akan diterima jamaah di tiap Kabupaten/Kota. "Insya Allah pematerinya adalah narasumber atau temen-temen yang telah bersertifikat pembimbing manasik haji dan itu semua lillahi ta'ala alias gratis," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, dalam sambutannya menyatakan bahwa memahami manasik haji secara utuh bagi jamaah haji adalah sangatlah penting. Kemandirian pengetahuan juga sangatlah dibutuhkan oleh jamaah. "Masih sering kita dengarkan laporan ada sebagian jamaah yang tidak menyempurnakan towaf dan sai hanya karena takut ditinggal oleh teman-teman serombongannya atau regunya. Oleh karenanya, pengetahuan yang utuh diperlukan oleh jamaah dan salah satu yang dilakukan adalah dengan penyelenggaraan manasik seperti ini," ujar I Nyoman Lastra.
Kakanwil juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran di Bidang PHU dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten/Kota agar melakukan inovasi dan terobosan seperti manasik swakarsa ini setiap tahunnya untuk menjadi bekal tambahan bagi calon jamaah haji dalam menunaikan ibadah haji sehingga terwujud jamaah haji yang mandiri. Dengan kemandirian tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat pada umumnya. (dean)