(Subag Hukum dan KUB-2017) Tahun Baru Imlek 2017 merupakan perayaan tradisional terpenting bagi masyarakat etnis Tionghoa. Sesuai hitungan berdasarkan kalender masehi, Tahun Baru Imlek sebagai hari raya keagamaan selalu jatuh diantara bulan Januari dan Februari. Sementara itu, menurut penanggalan Tionghoa, tahun baru Imlek menandai dimulainya tahun ayam api yang merupakan hari libur resmi dan akan diakhiri oleh Festival Cap Go Meh yang merupakan puncak rangkaian tradisi perayaan Imlek yang jatuh pada hari ke-15 pada tahun yang baru.
Bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, Sabtu, 11 Pebruari 2017, Khong Cu Bio Denpasar bekerja sama dengan RRI Denpasar menyelenggarakan Perayaan Tahun Baru Imlek 5268 Kongzili. Kegiatan tersebut turut diisi dengan Talkshow yang disiarkan secara langsung oleh Pro 4 RRI Denpasar (100 Mhz, FM) dengan tema “Kebajikan Tidak Akan Terpencil, Pasti Akan Memperoleh Tetangga”.
Dalam sambutannya Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyatakan, acara Imlek di tahun 2017 ini sebagai momentum yang baik untuk evaluasi diri, merekatkan persaudaraan serta saling memaafkan dan berbagi. Beliau mengajak semua pihak untuk dapat menahan diri, tetap saling menghargai perbedaan, merawat kebhinnekaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Karena setiap orang harus dapat mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan. Persatuan tidak boleh goyah hanya oleh provokasi. Karenanya, kewaspadaan terhadap hoax dan provokasi, terutama dimedia sosial yang harus ditingkatkan agar masyarakat tidak terseret dalam perpecahan.
Dalam acara Talkshow yang dipandu oleh RRI Denpasar, Kasubag Hukum dan KUB (Drs. Saefudin, M.PdI) bertindak sebagai narasumber bersama Ketua FKUB Prov Bali (Ida I Dewa Gede Ngurah Swastha, SH), Ketua Matakin Prov Bali (Adinata Lee) serta Rohaniawan Umat Khonghucu Prov Bali. Bahwa masing-masing umat hendaknya menunjukan kebajikan dimanapun dan kapanpun. “Kebajikan Tidak Akan Terpencil, Pasti Akan Memperoleh Tetangga” memiliki makna dengan bersikap baik maka seseorang akan selalu mendapat tempat dimanapun dia berada. Agama selalu mengajarkan kebajikan, saling mengasihi, tolong menolong. Kebajikan pasti akan mendekatkan kita pada Tuhan. Karena nilai kebajikan ada pada setiap agama apapun. Bagitupula untuk berbuat kebajikan tidak ada batasnya, karena setiap makhluk harus senantiasa mengasihi dan menyayangi tidak hanya teori semata. Namun hendaknya kebajikan itu berasal dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Semoga kesejukan perayaan Imlek tahun ini dapat membangun kesadaran nilai agama demi menjaga Tri Kerukunan Umat Beragama dibawah NKRI. (win)