Denpasar (Kemenag) – Bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kamis (5/9/2024) acara Kebijakan Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2025 serta Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2024 dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Acara ini dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan perencana dari Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, dengan tujuan untuk merumuskan kebijakan program tahun depan serta mengevaluasi capaian di tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini. “Kita berkumpul hari ini untuk dua hal penting. Pertama, kita akan membahas kebijakan penyusunan program dan anggaran tahun 2025, yang harus kita rancang dengan inovatif dan tepat guna. Kedua, kita juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2024, agar kita bisa memperbaiki dan menyempurnakan program di masa depan,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Marheni menyampaikan bahwa penyusunan anggaran 2025 harus berlandaskan pada inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang dirancang mampu menjawab tantangan yang akan datang. "Di tengah dinamika perubahan global, kita harus mampu menyusun anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil," tegasnya.
Beliau juga mengingatkan peserta agar program yang disusun tidak hanya sekadar memenuhi target administratif, tetapi juga harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan aktif memberikan masukan dan ide yang konstruktif demi merancang kebijakan yang lebih baik ke depan.
Selain merancang program masa depan, evaluasi pelaksanaan anggaran 2024 juga menjadi fokus utama kegiatan ini. “Evaluasi ini bukan hanya tentang menilai capaian yang sudah diraih, tetapi juga untuk melihat area-area yang masih perlu ditingkatkan. Kita harus belajar dari tantangan dan keberhasilan yang sudah ada untuk menyusun kebijakan yang lebih baik,” tambah Marheni.
Mengakhiri sambutannya, Komang Sri Marheni berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya realistis tetapi juga akuntabel dan inovatif. Ia optimistis bahwa diskusi dan kolaborasi yang baik di antara peserta akan membawa hasil yang produktif dan bermanfaat bagi pembangunan di masa mendatang.
Arahan juga datang dari Kepala Biro Perencana Kemenag RI, Muhammada Iqbal, yang menekankan pentingnya pengelolaan isu-isu strategis. Ia menyoroti bahwa perencanaan harus berdasarkan data yang akurat dan prioritas yang jelas, terutama dalam penyediaan pendidikan yang berkualitas. "Bali sudah mulai menunjukkan bagaimana isu-isu strategis dapat diselesaikan dengan baik, tinggal kita mereplikasi dan memelihara sistem yang sudah ada," katanya.
Iqbal juga menekankan bahwa data terkait pendidikan, terutama di sektor pendidikan Islam, harus disiapkan dengan baik agar proses penyusunan anggaran dan pelaksanaannya bisa lebih terarah dan tepat sasaran.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan program dan anggaran yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Bali.(sn)