Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Kemenag Matangkan Strategi untuk Perkuat Komunikasi Publik

Jakarta (Kemenag) - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Biro Humas, Data, dan Informasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi dalam rangka menyusun strategi komunikasi publik dan menghadapi tantangan kehumasan masa kini, di Yuan Garden Hotel, Jakarta, Senin (15/7/2024). Rapat ini dihadiri oleh pejabat eselon I dan Kepala Kanwil Kementerian Agama dari seluruh Indonesia.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (Karo HDI) Akhmad Fauzin, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk memperkuat capaian yang telah diraih oleh Kementerian Agama dan memastikan bahwa seluruh satuan kerja mampu mengalokasikan energi dan anggaran untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar. Selain itu, seluruh pejabat diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi mengenai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji melalui media sosial dan media mainstream.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, dalam arahannya, menekankan pentingnya menjaga komitmen dalam membangun Zona Integritas (ZI) dan mengingatkan bahwa prestasi dan kebaikan yang telah dicapai harus terus dikomunikasikan secara efektif. Beliau juga menyatakan bahwa komunikasi yang berhasil memerlukan konten yang berbobot, frekuensi penyampaian yang konsisten, dan jangkauan yang luas.

“Kementerian Agama telah menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Ini adalah hasil dari kerja keras kita semua dan harus diapresiasi,” kata Ali Ramdhani. “Namun, kita juga harus waspada terhadap tantangan yang ada, termasuk isu-isu terkait penyelenggaraan haji. Amplifikasi keberhasilan dalam ruang publik sangat penting, baik melalui media mainstream maupun media sosial.”

Menambahkan hal tersebut, Staf Khusus Nurzaman mengarahkan untuk segera melakukan pemetaan stakeholder dan mitigasi dalam menyelesaikan persoalan terkait aksi haji. Beliau juga menekankan pentingnya mendorong program prioritas agar masyarakat memahami bahwa Kementerian Agama bukan hanya mengurus ibadah haji.

Sementara itu, Staf Khusus Wibowo Prasetyo menyoroti dinamika internal dan eksternal yang harus dihadapi Kementerian Agama. “Sebagai badan publik yang informatif, kita harus transparan di era digital ini. Semua prestasi harus disampaikan kepada publik secara terbuka,” ujarnya. “Kita perlu mengelola isu-isu yang ada, khususnya terkait haji, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain.”

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan tenang dalam menghadapi tantangan. “Kita semua berada dalam satu kapal besar. Jangan biarkan satu persoalan merusak apa yang telah kita perjuangkan bertahun-tahun,” kata Menteri. “Mari kita tetap solid dan memeriksa kembali setiap peta proses bisnis terkait haji.”

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat strategi komunikasi publik Kementerian Agama dan memastikan bahwa seluruh prestasi dan program dapat dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat luas.(sn)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Hattrick, Kemenag di Era Gus Men Raih Tiga Kali WTP

Rekomendasi:

Berita Terbaru: