Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Khairunnas Anfauhum Linnas

(Bidang Pendidikan Islam) Kuliah Tujuh Menit atau sering popular disebut Kultum kembali dilaksanakan di bulan Ramadhan 1438 H. di Mushalla Al Firdaus Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.


Rabu, 31 Mei 2017 Kepala Bidang Pendidikan Islam mendapatkan amanah untuk menjadi pembicara dalam Kultum Ramadhan 1438. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan hikmah-hikmah dan keutamaan bulan Ramadhan yang terbagi menjadi tiga yaitu 10 hari pertama merupakan Rahmah, terbukanya pintu Rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya yang menunaikan puasa,; 10 hari kedua adalah Magfirah ‘yaitu “Ampunan” segala dosa-dosa kita yang telah lalu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seyogyanya kita memanfaatkan momentum ramadhan yang penuh magfirah, dengan memperbanyak memohon segala Ampunan-Nya dan 10 hari ketiga adalah “Itqun Minan Nar” (Pembebasan dari Api Neraka). Rasulullah SAW, jika Ramadhan memasuki sepuluh hari terakhir, maka beliau semakin memaksimalkan dalam beribadah. Beliau menghidupkan malam harinya untuk bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Diakhir penyampaiannya beliau mengatakan Ramadhan tahun ini semoga dapat menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi  khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya). Berpuasalah seperti ulat, jangan seperti puasanya ular,


A. PUASA ULAR, Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala. Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.


Ibroh dari puasanya ular : 1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA. 2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR. 3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA. 4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA. 5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.


B. PUASA ULAT, Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya. Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama kupu-kupu.


Ibroh Dari Puasanya Ulat :


1.     Wajah ulat sesudah puasa berubah indah mempesona, 2. nama ulat sesudah puasa berubah menjadi kupu-kupu, 3. makanan ulat sesudah puasa berubah mengisap madu, 4. cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah terbang di angkasa. 5. tabiat dan sifat berubah total. ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga.


puasa/ shaum seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi  khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).


(Hesa)


Berita Sebelumnya
Workshop Penguatan Manajemen Program Pendidikan Islam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Patas
Berita Berikutnya
Penulisan Ijazah Dan SHUAMBN

Rekomendasi:

Berita Terbaru: