(Inmas Bali) Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama melakukan kunjungan kerja di Provinsi Bali Rabu, 18 Desember 2019. Rombongan yang berjumlah 23 orang ini dipimpin oleh wakil ketua komisi VIII DPR RI Bapak Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si. Setibanya di Bali rombongan bergerak menuju Pura Keramat Agung Pemecutan, Kota Denpasar. Rombongan disambut oleh Wakil Wali Kota Denpasar Bapak I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Bendesa Adat Kota Denpasar.
Kedatangan rombongan Komisi VIII DPR RI ini juga bersamaan dengan rombongan peziarah dari Kota Tegal Jawa Tengah. Ace Hasan menyampaikan bahwa tujuan kunjungan kerja ini untuk mengawasi Kerukunan hidup umat Bergama di Provinsi Bali. Provinsi Bali menduduki peringkat ke tiga nasional dalam hal kerukunan hidup umat beragama di bawah Nusa Tenggara Timur dan Papua. Namun, kenyataannya terlihat jelas bahwa kerukunan di Provinsi Bali sudah tidak perlu disangsikan lagi.
Pemuka agama setempat menjelaskan sejarah dari Pura Keramat ini yang telah ada dari zaman kerajaan pemecutan. Beliau menjelaskan bahwa toleransi hidup beragama sesungguhnya telah terbentuk sejak dulu di pulau Bali ini. Sehingga julukan Bali sebagai laboratorium kerukunan hidup umat beragama itu benar adanya.
Rombongan komisi VIII ini tidak hanya mengunjungi Pura Keramat Agung Pemecutan saja, tetapi juga mengunjungi situs bersejarah lainnya yaitu Pura Penataran Agung Dalem Blambangan atau sering disebut Pura Langgar. Berbeda dengan bentuk bangunan pura pada umumnya, pura ini memiliki konstruksi bangunan seperti langar di pulau jawa. Menurut tokoh agama setempat sejarah terbentuknya pura ini leluhur mereka yang mendapatkan mimpi untuk membangun pura yang menyerupai langgar. Meskipun awalnya mendapatkan penentangan namun, pura ini akhirnya menimbulkan akulturasi budaya antara Jawa dan Bali.
Keberadaan pura ini sendiri juga sebagai lambing toleransi dan kerukunan yang tidak perlu disangsikan lagi. Lebih lanjut lagi disampaikan bahwa bentuk pura ini mirip dengan masjid di Kota Demak. Pura ini juga banyak mendapatkan kunjungan dari umat muslim di pulau jawa yang memiliki garis keturunan yang sama dengan pendiri pura ini. Kerukunan yang telah terjalin dari zaman leluhur kita ini hendaknya kita pelihara.
Dalam kunjungan ini juga disampaikan proposal bantuan pura langgar dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali kepada Komisi VIII DPR RI agar mampu menjaga salah satu situs sejarah ini.(sn)
Komisi VIII DPR RI Tinjau Rukunnya Hidup Beragama di Bali