Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Laksanakan Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan Sebagaimana Mestinya

(Ura Hindu) Denpasar, 3 November 2017    

Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sekaligus pembina Suka Duka Dharma Bhakti bersama karyawan-karyawati yang tergabung sebagai anggota Suka Duka melaksanakan persembahyangan bersama pada Purnama Sasih Kalima yang jatuh pada hari Jumat, 3 November 2017 di Pura Dharma Bhakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali. Beberapa karyawan/karyawati yang tergabung dalam Sekaa Santi, ngaturang ayah dalam bentuk pesantian dengan melantunkan kidung-kidung suci keagamaan selama berlangsungnya proses persembahyangan.

Pelaksanaan persembahyangan bersama yang dikoordinir oleh Bidang Urusan Agama Hindu ini dimulai pada pukul 08.00 Wita, diawali dengan pemujaan oleh Pemangku sebagai pemimpin persembahyangan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang diawali dengan Puja Tri Sandhya dilanjutkan dengan Kramaning Sembah. Proses persembahyangan berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 09.00 Wita.

Selanjutnya pengenter acara memberikan kesempatan kepada Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (I Made Jendra, S.Pd, M.Si) untuk menyampaikan Dharma Wacana. Sebelum mulai menyampaikan Dharma Wacana, Beliau mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh anggota Suka Duka sekaligus berharap seluruh semeton Bali yang berada di sekitar Gunung Agung selalu selamat dan berada dalam perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, meskipun kini status Gunung Agung sudah diturunkan dari level awas menjadi level siaga.

Berkaitan dengan rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan, Beliau menghimbau seluruh anggota Suka Duka dan seluruh umat Hindu untuk berkomitmen turut serta melaksanakan ajaran agama sekaligus melestarikan budaya Bali. Karena belakangan ini Beliau melihat sebuah fenomena dimana umat Hindu menginginkan sesuatu yang sifatnya praktis namun tanpa disadari hal tersebut telah menghilangkan makna yang terkandung dalam perayaan hari raya keagamaan. Sebagai contoh, pada hari penyekeban, umat Hindu diharapkan benar-benar membeli pisang yang masih dalam keadaan mentah untuk kemudian di-sekeb. Bukan membeli pisang yang sudah matang untuk digunakan pada hari raya Galungan dan Kuningan. Contoh lain, Beliau melihat ada juga umat Hindu yang melaksanakan hari Penampahan Galungan justru pada hari senin (dua hari sebelum hari raya Galungan). Untuk itu Beliau berharap agar umat Hindu melaksanakan rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan sebagaimana mestinya agar ajaran agama dan juga budaya Bali berjalan dengan baik dan benar. Dengan demikian, makna yang terkandung dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan serta yang terpenting, budaya Bali, tidak akan hilang begitu saja. Misalnya pada saat Penampahan Galungan yang jatuh tepat sehari sebelum hari raya Galungan, dengan nampah celeng yang merupakan simbol kemalasan, maka umat Hindu diharapkan dapat mengendalikan sifat malas yang ada dalam diri.
 
Dengan melaksanakan persembahyangan secara rutin sebagai program meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia karyawan khususnya di bidang spiritual sebagai pembentukan karakter yang baik bagi karyawan/karyawati pada saat bekerja. (ts)

Berita Sebelumnya
Suka Duka Dharma Bhakti Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bali Melaksanakan Persembahyangan Bersama Tilem Karo
Berita Berikutnya
Penyamaan Persepsi dan Langkah-Langkah Program Kerja Bidang Urusan Agama Hindu Tahun 2018

Rekomendasi:

Berita Terbaru: