Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

MADRASAH TETAP PRODUKTIF SAMBUT NEW NORMAL

Pandemi covid-19 telah membatasi ruang gerak dan rutinitas semua warga masyarakat termasuk warga madrasah. Namun demikian, tak berarti semua jiwa kreativitas dan inovasi serta produktivas menjadi padam. Sikap produktif ini ditunjukkan oleh madrasah sendiri tanpa mengabaikan regulasi serta situasi terkini mulai dari sejak pertama kali ditetapkan darurat covid-19. Di Bali misalnya, edaran WFH sesi perta dimulai sejak 16 sd 30 Maret 2020 kemudian berlanjut 31 Maret sd 21 April 2020. Berhubung situasi Nasional dan daerah belum juga normal maka WFH diperpanjang kembali oleh Pemerintah Pusat dan daerah menjadi sesi ke-3 dari 22 April sd 13 Mei 2020. Selanjutnya diperpanjang sesi ke-4 dari tanggal 14–29 Mei 2020 berikutnya disambung lagi per 30 Mei-4 Juni 2020. Terakhir pada tanggal 5 Juni 2020 pemerintah menetapkan era baru dengan istilah new normal.  Tentu madrasah sudah dan terus menyikapi situasi darurat ini dengan lapang dada dan penuh semangat. Hampir semua jenjang Pendidikan Islam dari Kanwil sampai dengan Kabupaten/kota sudah bersinergi dan gotong royong menghadapi kondisi ini. Kasi Pendidikan Islam Pada Kantor Kemenag Buleleng (Lewa Karma) menuturkan bahwa banyak hal yang dipetik dari kejadian pandemic covid-19 terutama kalangan Pendidikan Islam khususnya RA/madrasah juga Lembaga non formal seperti TPQ/madin/Pontren. Kita semua menjadi lebih banyak waktu untuk belajar dan bergotong royong menjaga keselamatan sesama dan memberikan layanan akademik yang lebih inovatif, kreatif serta produktif.

Dia juga menegaskan bahwa selama darurat covid ini tingkat kesadaran akademik masyarakat (orang tua/wali murid) dengan pendidik dan Lembaga RA/madrasah menjadi lebih banyak bersinergi dan tumbuh interaksi yang positif. Secara sosial telah terjadi kohesi yang bisa menjadi pemersatu komitmen warga belajar yang selama ini sering saling mengacuhkan. Sebagian Madrasah dan SDMnya yang selama ini abai dengan kegiatan pembelajaran online/e-learning (daring) sejak kejadian covid-19 menjadi bergeser komitmen dan kepeduliannya. Semua pihak benar-benar belajar menggunakan waktu dengan efektif-efisen dibalik protocol yang harus jaga jarak.  Semua pihak menjadi melek teknologi dan informasi melalui pembelajaran daring yang didorong oleh Kementerian Agama melalui Direktorat KSKK dan GTK sampai pada layanan Bidang/seksi Pendis di daerah. Artinya, sinergi dan komitmen akademik ini bersifat massif, kolektif bak sambung bergayut.

 

Mantan Kepala MIN 2 Buleleng ini juga optimis bahwa peristiwa ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi kalangan akademisi dan juga masyarakat. Berharga secara nilai harus bisa dibedakan dengan beban moral dan sederet persoalan yang juga terjadi sebagai dampak pengiringnya. Di Madrasah sendiri banyak ruang kreativitas yang bisa dilakukan oleh para pendidik seperti kegiatan layanan belajar secara daring, peniadaan Ujian nasional yang diganti dengan penilaian raport dan portofolio, kegiatan ujian kenaikan kelas berbasis online, PPDB yang juga diatur dengan online. Keseluruhan layanan ini dimaksudkan untuk menjaga protokol pencegahan darurat covid-19 selama new normal dengan menjaga jarak interaksi dan menghindari kerumunan. “Pada awalnya semua warga belajar baik guru, siswa maupun orang tua (masyarakat) sempat shock (kaget) atas situasi ini dan berat sekali menyesuaikan diri dengan arahan/edaran yang ada. Namun demikian, seiring dengan pengertian dan pemahaman mereka tentang pentingnya menyelamatkan nyawa dan ikhtiar melayani tetap produktif, maka aktivitas dari BDR/WFH hingga kini WFO bukan hal yang terlalu berat bagi warga madrasah untuk berkarya dan terus produktif, ujar mantan kepala MTs Al Khairiyah ini.

 

Dilain pihak, Lewa juga selalu mengimbau keluarga besar Pendidikan Islam untuk tetap menjadi contoh di tengah masyarakat tentang model pribadi yang bisa mengikuti protokol pencegahan covid-19 selama era new normal seperti : penyiapan termo gun di madrasah/kantor, penggunaan masker saat di tempat kerja/ di luar rumah, jaga jarak aman, hindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun, sediakan han sanitizer, olah raga, istirahat teratur  dan jaga menu seimbang. Itulah sebabnya mengapa pemerintah memberikan kebijakan kegiatan WFO agar semua warganya bisa beraktivitas normal dengan memperhatikan sikap sehat agar semua selamat. Demikian juga sebagai aparatur pemerintah warga madrasah baik yang ASN maupun bukan semua sepakat aktifbekerja di era new normal sebagai bukti kerja dan produktivitasnya.

 

Lewa sendiri dengan optimis menyatakan bahwa Madrasah menghadapi pandemi covid-19 selama new normal tetap produktif. Berkah dari musibah pandemik telah membawa banyak manfaat, meskipun juga efek lainnya yang memberatkan masyarakat.

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
TRADISI MEDALI PADA KSM (1 EMAS DAN 2 PERUNGGU)
Berita Berikutnya
Senam sebagai bentuk peningkatan imunitas tubuh dimasa Pandemi COVID-19

Rekomendasi:

Berita Terbaru: