Arafah (Kemenag) – Jemaah haji Provinsi Bali yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) 71 dan 72 telah berkumpul di tenda-tenda mereka di Arafah, menikmati malam penuh keagungan di tempat yang suci dan maqbul setiap doa. Kehadiran mereka di Arafah membawa nuansa spiritual yang mendalam, di mana setiap tenda menceritakan kisah kemuliaan tempat ini dan para penghuninya.
Meskipun tinggal di hotel mewah di mana pun di dunia mungkin terasa nyaman, bagi umat beriman, pengalaman menginap di bumi Arafah jauh lebih indah.
"Tinggal di sini, di Arafah, membawa ketenangan dan keagungan yang tidak bisa dibandingkan dengan kemewahan dunia," ujar seorang jemaah.
Suasana malam di Arafah dipenuhi dengan dzikir dan kalimat thoyibah yang terus menggema, menambah keagungan tempat ini. Setiap jemaah tampak enggan melewatkan kesempatan untuk bermunajat di tempat yang maqbul ini.
"Bagi kami, setiap detik di sini sangat berharga untuk berdoa dan beribadah," kata seorang jemaah lainnya.
Beberapa jemaah terlihat beristirahat di dalam tenda, menikmati kehangatan malam. Meskipun terlelap, tasbih tetap tergenggam di tangan dan kalimat istigfar terdengar pelan, menunjukkan betapa mereka menghargai setiap momen di Arafah.
"Kami beristirahat sejenak, tapi hati dan pikiran kami tetap fokus pada ibadah," jelas seorang jemaah yang tengah berbaring.
Lalu lintas orang yang menuju kamar mandi atau sekadar melemaskan otot kaki menjadi pemandangan yang biasa di antara para tamu Allah di padang yang dimuliakan ini. Aktivitas ini menambah nuansa kebersamaan dan kesederhanaan di tengah keagungan Arafah.
Semoga Allah senantiasa menganugerahkan rahmat kepada jemaah haji kita. Mereka sehat, ibadah lancar, dan mendapatkan predikat haji mabrur.
Sumber: H. Masruhan