(Humas Bali) – Penguatan Moderasi Beragama terus dimasifkan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui tim kerja Kerukunan Umat Beragama dan Ortala Selasa (9/5/2023) menggelar Kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama Provinsi Bali.
Bertempat di B Hotel and Spa Denpasar Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni hadir membuka orientasi ini dan juga dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Tia Sastrina selaku ketua panitia menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk membentuk model Moderasi Beragama dalam sikap dan perilaku pegawai Kementerian Agama di lingkungan kerja dan bermasyarakat. Orientasi ini mengusung tema yaitu “Moderasi Beragama Untuk Kerukunan Umat dan Indonesia Hebat”.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ditetapkannya Moderasi Beragama sebagai prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dan Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2020-2024. Kemudian dalam rangka mencapai target implementasi sesuai dokumen Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama, dilakukan percepatan implementasi internalisasi penguatan moderasi beragama bagi Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dan dalam implementasi internalisasi penguatan moderasi beragama bagi Aparatur Sipil Negara tersebut, perlu dilakukan sinergitas perencanaan dan pelaksanaan agar tercapai target secara optimal.
Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan bahwa moderasi beragama telah menjadi sebuah pemikiran baru yang dilahirkan oleh Kementerian Agama untuk menjadi penguat dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Usaha ini pun diharapkan dapat membentuk kader-kader muda yang dapat mengetuk tularkan spirit moderasi beragama ini di lingkungan sekitarnya.
“Saya mengajak peserta yang hadir mampu untuk menjadi pelopor dalam perubahan sikap untuk memahami Moderasi Beragama. Bukan hanya menyampaikan paham Moderasi Beragama melalui sosialisasi secara teori saja, tetapi juga menjadi contoh kepada masyarakat yang nantinya mampu menyebarkan spora perubahan dalam memahami perbedaan yang ada diantara kita.” Ujar Marheni.
Disampaikan lebih lanjut oleh Ka Kanwil bahwa Pelopor Moderasi Beragama adalah mereka yang mampu memberi contoh sebagai teladan dalam mengimplementasikan nilai nilai kerukunan serta dapat menebarkan spora spora perubahan dalam memahami perbedaan dan rasa toleransi yang tentunya merupakan ciri khas kita sebagai Bangsa Indonesia.
“Saya sangat berharap kepada para peserta yang hadir untuk dapat bertukar pikiran untuk membuat gagasan gagasan baru yang dapat menjadi pondasi kokoh untuk mewujudkan Indonesia dalam bingkai moderasi beragama.” Tegas Ka Kanwil.
Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama RI Wawan Djunaedi yang memberikan penguatan akan Moderasi Beragama.
Kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama ini digelar selama empat hari hingga tanggal 12 Mei mendatang. Diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari ASN Kementerian Agama Provinsi Bali dan tokoh tokoh agama dan keagamaan Provinsi Bali. Pelaksanaan Penguatan Moderasi Beragama bagi pegawai meliputi beberapa hal yaitu Lokakarya Pimpinan, Pelatihan Master Training, Pelatihan Instruktur Nasional, Training of Trainer, Pelatihan Penggerak, Orientasi Pelopor, Sosialisasi, Literasi, Diseminasi, dan Publikasi. Serta menggunakan metode seminar dengan penjelasan beberapa pokok bahasan yang disampaikan oleh pemberi materi kepada para peserta kegiatan.(sn)