Menyongsong pesta demokrasi pada tahun 2024 hidup rukun dan damai antar sesama akan menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan Dialog Tokoh Agama Tahun 2023 yang bertempat di Hotel Nirmala, Denpasar Barat, Sabtu (18/11/2023).
Mengawali kegiatan doa dipanjatkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni bersama jajarannya dan ASN Kanwil Kemenag Provinsi Bali serta peserta kegiatan dengan memohon tuntunan dan pancaran sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar keadilan dan kedamaian terlahir di Palestina melalui rasa persaudaraan dan kemanusiaan, karena sejatinya kita semua adalah bersaudara (Wasudewa Kutumbakam).
Doa bersama ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2023 tentang Aksi Solidaritas dan Doa Bersama untuk Palestina.
Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Santa Adnyana selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar tokoh agama dalam menyatukan visi dan misi dalam menjaga kerukunan umat beragama di tahun pollitik.
Membuka kegiatan ini secara resmi, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan dalam sambutannya bahwa Bali dengan keberagaman dan kebhinekaan yang dibalut dengan filosofi dan kearifan lokal merupakan warisan leluhur yang diwariskan dengan prinsip ajaran agama, adat tradisi dan kearifan lokal sehingga nilai-nilai ajaran beragama serta solidaritas kemanusiaan di Bali terajut dengan harmonis.
Menurut Kakanwil moderasi beragama menjadi salah satu konsepsi dan dapat dijadikan sebagai pendekatan oleh tokoh agama kepada seluruh komponen masyarakat di Bali dalam menciptakan suasana yang aman dan damai menjelang pesta demokrasi.
Sesuai dengan tema yang diusung “Temu Wirasa Mengimplementasikan Ajaran Agama, Adat Tradisi dan Kearifan Lokal untuk Merajut Solidaritas Kemanusiaan”, Kakanwil berpesan Temu Wirasa atau dialog dengan mengedepankan moderasi beragama merupakan cara yang efektif dalam merajut solidaritas kemanusiaan melalui ajaran agama, adat tradisi dan kearifan lokal yang merupakan upaya menjaga menjaga keharmonisan umat di tahun politik.
“Di momentum ini mari kita kawal dan jaga bersama agar kunci kerukunan dan keharmonisan umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tentram sehingga dapat mewujudkan pemilu yang berkualitas dan bermartabat Siapapun nantinya pemimpin kita harus kita hormati bersama.” tutur Kakanwil.
Diwawancarai oleh TVRI Kakanwil yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu beserta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, berharap melalui kegiatan dialog tokoh agama, ajaran agama, adat tradisi dan kearifan lokal selalu dilestarikan untuk merajut solidaritas kemanusiaan dalam keseharian kita sehingga terlahir perdamaian dalam bernegara dan beagama.
Kegiatan yang berlangsung 1 hari, Sabtu, 18 November 2023 diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama se-Bali.(ca)