Bertempat di Hotel Nirmala, Denpasar, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama Lembaga Agama dan Keagamaan, Kamis, 15 Februari 2024.
Kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama Lembaga Agama dan Keagamaan bertujuan untuk membentuk model Moderasi Beragama dalam sikap dan prilaku umat Hindu dalam Kehidupan beragama dan bermasyarakat secara luas. Maksud dan tujuan ini disampaikan dalam laporannya oleh Ni Nyoman Sudiani selaku ketua panitia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Santa Adnyana beserta tim kerja, Membuka kegiatan ini secara resmi.
Dalam sambutannya KaKanwil Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan program prioritas Kementerian Agama dan Menteri Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas telah mencanangkan tahun toleransi di tahun 2022 dan di tahun 2023 dicanangkan sebagai tahun kerukunan.
KaKanwil Komang Sri Marheni mengajak agar penguatan moderasi beragama menjadi kegiatan yang masif untuk disebarkan. Untuk itu peran Lembaga Agama dan Keagamaan sebagai Pelopor Moderasi Beragama di wilayahnya masing-masing memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman, pengertian dan penambahan wawasan Moderasi Beragama yaitu dengan mempererat dan menjalin relasi agama dan budaya yang ramah tradisi serta mampu bersikap moderat.
“Pelopor moderasi beragama harus hadir untuk mengawal hal tersebut. Peran aktif Lembaga dan Keagamaan khususnya di Provinsi Bali sangat diperlukan dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayahnya masing-masing yaitu dengan memasifkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan menghindari radikalisme agama melalui moderasi beragama sekaligus menyadari bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa” tutur Marheni.
Sesuai dengan tema yang diusung “Wujudkan Ekosistem Moderasi Beragama Yang Ekspansif Menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, KaKanwil Komang Sri Marheni menghimbau agar Lembaga Agama Dan Keagmaan Hindu sebagai pelopor penguatan moderasi beragama untuk berkolaborasi dengan pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar dapat membangun dan memperkuat kerangka kerja yang berkelanjutan demi mewujudkan ekosistem moderasi beragama yang ekspansif menuju Indonesia maju yang berdaulat
KaKanwil Komang Sri Marheni berharap dengan adanya pelopor moderasi beragama dapat membangun kesadaran akan pentingnya moderasi dalam bersikap dan berbicara tentang agama, sehingga tercipta dan terwujud ekosistem moderasi beragama yang ekspansif menuju Indonesia Emas 2045.
Diwawancarai oleh TVRI Kakanwil kembali menekankan akan pentingnya penguatan moderasi beragama untuk dimasifkan di tengah masyarakat dan Lembaga Agama dan Keagamaan memiliki diharapakan berperan aktif di wilayahnya masing-masing untuk menjaga kerukunan umat beragama agar tetap ajeg.
“Mari kita saling mendukung dan berkontribusi dalam menjaga kerukunan beragama, sehingga masyarakat kita terus tumbuh dan maju dalam damai dan harmoni. Tanggung jawab ini bukan hanya milik satu pihak, melainkan merupakan tugas bersama untuk membangun masa depan menuju Indonesia Emas di tahun 2045” ungkap KaKanwil Komang Sri Marheni.
Kegiatan yang berlangsung selama selama 4 (empat hari) hari yakni Kamis, 15 Februari hingga Minggu, 18 Februari 2024 diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari MDA, Pradah, KMHDI, Kelian Adat Kabupaten/ Kota se Bali. (ca/wyn)