Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Menyelami Moderasi Beragama Melalui Simakrama dan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Caka 1946

Denpasar, Humas Bali -  Menjadi agenda rutin tahunan bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali untuk menggelar Simakrama dan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Caka 1946 setelah usai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024 lalu.

Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Bali sebagai leading sector penyelenggaraan dari giat tersebut mengambil lokasi di Hotel Nirmala Denpasar dan dihadiri oleh seluruh eselon 3 pada Kanwil Kemenag Provinsi Bali, KaKemenag Kabupaten/Kota se-Bali, ketua tim, segenap ASN dan PPNPN Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Selasa (19/3/2024).

Keapala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Santa Adnyana selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa Sima Krama yang dikemas dengan Dharma Santhi merupakan salah satu program unggulan dari Bidang Urusan Agama Hindu yang bertujuan untuk membuka ruang dialog dan mempererat tali persaudaraan untuk mewujudkan keharmonisan dan memperkuat moderasi beragama.

Membuka secara resmi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni mengawali sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 kepada seluruh umat Hindu dan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim.

“Momentum hari raya Nyepi tahun baru Caka 1946 beriringan dengan awal Ramadan 1445 H merupakan cerminan Indonesia yang toleran, saling menghormati perbedaan sebagai ekspresi keberagamaan. Umat Hindu menyambut Nyepi dengan Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh, Umat Islam sambut bulan puasa dengan Tarhib Ramadan dan Qiyamul-Lail” tutur KaKanwil.

Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 yang dibalut dengan hari raya Galungan dan Kuningan merupakan momentum penting yang dipenuhi dengan makna dan nilai-nilai spiritual untuk memohon kerahayuan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta) agar menjadi lebih seimbang.

Menyambut momen tersebut Menteri Agama Republik Indonesia H. Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Hal ini disampaikan Menag dalam media sosial resmi Kementerian Agama RI beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Menteri Agama R.I H. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa Catur Brata Penyepian, waktu tepat untuk umat Hindu melakukan kontemplasi. Puasa Ramadan juga sangat baik untuk muhasabah bagi umat Islam. Jadi keduanya adalah momentum intropeksi. Mari kita menjalani ritual ibadah dan tradisi keagamaan masing-masing.

Dalam kesempatan ini KaKanwil menyampaikan bahwa Menag telah mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi dan kemudian di tahun 2023 dicanangkan sebagai tahun kerukunan. 

“Tahun tersebut merupakan momen refleksi dan konsolidasi menguatkan kembali pentingnya toleransi dan kerukunan serta peran kita menjaganya”

KaKanwil menuturkan bahwa Tahun 2024 moderasi beragama di Provinsi Bali untuk terus diperkuat salah satunya melalui pelaksanaan Dharma Santhi yang merupakan satu rangkaian hari raya Nyepi yang sudah sepatutnya dilaksanakan bersama-sama.

Selanjutnya Kakanwil mengajak untuk menyelami lebih dalam moderasi beragama melalui Dharma Santhi Nyepi yang pada hakiktanya merupakan satu rangkaian hari raya Nyepi yang sudah sepatutnya dilaksanakan bersama-sama dan tiada lain adalah kita diajak untuk menuju sebuah kedamaian untuk mempererat persaudaraan diantara kita dengan menciptakan kedamaian dari diri sendiri sehingga kedamaian tersebut dapat terwujud di kehidupan bermasyarakat sehingga kerukunan umat beragama tetap bisa terjaga

Sementara Ida Pandita Mpu Jaya Brahmananda  melalui Dharma Wacananyamenyampaikan bahwa moderasi beragama tidak adanya orang, kelompok atau siapapun yang memonopoli kebenaran. Monopoli kebenaran adalah musuh besar dari moderasi beragama. 

Melalui Simakrama dan Dharma Santhi Hari Suci Nyepi Saka 1946 KaKanwil berharap kepada 200 orang yang hadir termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan ketua lembaga keagamaan untuk selalu memberikan wawasan keagamaan yang lebih luas kepada umat.

“Melalui momen ini mari kita saling memaafkan. Semoga kita dapat selalu membangun harmoni kehidupan mulai dari diri sendiri dan pada akhirnya kepada keluarga kita sendiri.  Semoga kita dapat selalu hidup berdampingan dan juga saling memberi arti dan kita akan menjadi Shanti dan Jagadhita”

Acara kemudian dilanjutkan Penyerahan bantuan sarana-prasarana dan operasional Lembaga Agama dan Keagamaan di tahun 2024 yang diserahkan oleh KaKanwil Komang Sri Marheni didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Santa Adnyana kepada penerima bantuan Rehabilitasi tempat ibadah/pura, penerima bantuan busana pemangku, penerima bantuan sarana  prasarana keagamaan, penerima bantuan pengastawa pemangku dan penerima bantuan operasional kepada LPDG.

Bertajuk “Kita Wujudkan Ekosistem Moderasi Beragama Yang Ekspansif” kegiatan yang berlangsung 1 hari ini diakhiri dengan pertunjukan seni bondres.  Adapun pesan moral yang disampaikan dalam pertunjukan seni ini yaitu jangan jadikan agama sebagai penghalang untuk menuangkan kreatifitas dan karya seni. (ca)

Berita Sebelumnya
Monitoring Penggunaan Dana Bantuan pada Kelompok Dagang Sarana Upacara Keagamaan Dewi Harum Sari Kabupaten Buleleng
Berita Berikutnya
Menag Yaqut Hadiri 3 Momen Besar Dalam Pembukaan UDG Tingkat Nasional XV Tahun 2024

Rekomendasi:

Berita Terbaru: