Humas Bali, Sabtu 21 November 2020, Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Bali, melalui Bidang Urusan Agama Hindu, menggelar
kegiatan Pembinaan Sradha dan Bakti di Pura Dalem Ageng Desa Bakbakan,
Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini adalah kegiatan yang kedua,
setelah sebelumnya Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan yang sama,
namun dengan para peserta yang berbeda. Adapun peserta dalam Kegiatan Sradha
dan Bakti kali ini adalah para muda-mudi atau skaa truna-truni di wilayah Desa
Bakbakan Gianyar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali
(Ka.Kanwil) yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (Kabid Ura
Hindu), Kepala Seksi Pemberdayaan Umat Hindu, Kepala Seksi Penyuluhan Agama
Hindu dan Prajuru Adat Desa Bakbakan Gianyar, hadir membuka secara resmi
kegiatan ini serta sekaligus memberikan pembinaan terhadap Skaa Truna-Truni
yang hadir.
Komang Sri Marheni selaku Ka.Kanwil, dalam kesempatan
membuka kegiatan ini, tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan para peserta
untuk pentingnya menerapkan protokol kesehatan, terlebih dalam situasi pandemi
saat ini, pemberlakuan social distancing harus diterapkan mulai dari diri kita
sendiri untuk keselamatan kita bersama. “ Om Swastyastu, Astungkara ring rahina
sane pinih becik puniki, titiang saking manggalaning Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Bali, malih polih galah mesadu ajeng taler magendu wirasa majeng
Ida dane semeton para angga yowana ring wewidangan Desa Bakbakan Gianyar, taler
galah sane kalintang sampun polih kacunduk majeng para panglingsir iriki.
Titiang tan surut-surut ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi
Wasa taler Ida Sasuhunan sane malingga lan melinggih ring Pura Dalem Desa
Bakbakan puniki. Santukan antuk pasuwecan Ida, irage sareng sami polih kacunduk
iriki, jagi iring titiang magendu wirasa”, sapa Sri Marheni kepada seluruh
peserta dalam berbahasa Bali, yang dapat diartikan, “Om Swastyastu, Astungkara
di hari yang baik ini, saya selaku Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Bali dapat
bertemu lagi dengan para Muda-Mudi / Skaa Truna-Truni di Desa Bakbakan Gianyar,
yang sebelumnya juga dapat bertemu dengan masyarakat di desa ini. Puja dan puji
kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat rahmat beliau yang maha suci kita dapat bertemu disini, untuk
sharing dan berbagi pikiran positif”.
Sri Marheni dalam pemaparannya mengungkapkan, bahwa dalam
pesatnya kemajuan dunia global ini, perkembangan ilmu teknologipun semakin
canggih. Tentu ini merupakan tantangan kedepan bagi para generasi muda
khususnya di Bali. Era Digital ini memaksa kita sebagai generasi muda harus
jeli dalam memanfaatkan ilmu teknologi (IT). “Dunia dalam genggaman, apa yang
anak-anak lakukan sehari-hari, sekarang bisa didapat dalam genggaman sebuah
handphone atau android. Mencari makan melalui hp, mencari alamat jalan melalui
hp, atau kenal dengan seseorang melalui hp. Semua bisa melalui sebuah hp, namun
saya selalu berpesan kepada Skaa Truna-Truni yang hadir hari ini, jangan sampai
kita terlalu terikat dengan hal tersebut. Boleh saja kita menguasai IT untuk kemajuan,
namun jangan sampai hal ini menyebabkan kemunduran. Kemunduran disini adalah
berkurangnya komunikasi dengan keluarga, hilangnya rasa dan budaya menyama
braya atau terbatasnya interaksi kehidupan sosial kita dimasyarakat”, ujar Sri
Marheni.
Salah satu perwakilan Skaa Truna-Truni di Desa Bakbakan
mengajukan pertanyaan terhadap Ka.Kanwil, “apakah dalam situasi pandemi seperti
sekarang ini diperbolehkan melakukan kegiatan keagamaan, yang meliputi Upacara
Dewa Yadnya ( Upacara Agama Hindu di Pura), Manusa Yadnya (Upacara Kelahiran
Bayi/Pernikahan) dan Pitra Yadnya ( Upacara Kematian )”. Sri Marheni menjawab, “Boleh
saja menggelar prosesi keagamaan, namun tetap harus menerapkan protokol
kesehatan yang sudah di kampanyekan oleh pemerintah. Namun dalam hal ini, pemerintah
tidak membatasi upacaranya, namun yang harus dibatasi adalah interaksi
orang-orangnya, cukup disederhanakan dalam undangannya, atau diatur
kedatangannya, selalu ingat jaga jarak, selalu gunakan masker diluar maupun didalam
tempat upacara dan sediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir atau
gunakan handsaniteser. Semua bisa kita jalani dengan baik asal tetap mengacu
kepada protap kesehatan, agar apa yang menjadi sradha dan bakti kita sebagai
umat Hindu berjalan dan aturan protokol kesehatan juga kita terapkan”, tutup
Sri Marheni yang dilanjutkan dengan foto bersama. (tam)