Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Menteri Agama Temui Tokoh Lintas Agama dan Resmikan Gedung SBSN di Bali

(Humas Bali) Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dalam kunjungan kerjanya di Bali menyempatkan hadir di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali guna menemui tokoh lintas agama dan melakukan peresmian gedung yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Senin (21/12).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si menyampaikan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali selalu bersinergi dengan tokoh tokoh lintas agama dengan menjaga kerukunan di Bali dan berkolaborasi menjalin komunikasi sehingga melahirkan inovasi yaitu Sukma Podcast (Suara dan Kata Masyarakat).


“Kerukunan agama di Provinsi Bali sejauh ini dapat berjalan dengan baik dengan adanya kearifan lokal Menyama Braya yang bermakna Kita Semua Saudara sehingga membuat kita selalau bersatu karena kita menganggap semuanya itu adalah saudara”Jelas Marheni.


Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dengan melakukan merit sistem dan manajemen talenta yang diawali dengan melakukan asesmen .


Disampaikan juga dalam kesempatan ini bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayanai (WBBM) dari Kemenpan RB dan menjadi komitmen dari Komang Sri Marheni untuk membangun Zona Integritas WBK dan WBBM pada seluruh kabupaten di Bali.


Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi kehidupan dan kerukunan umat beragama yang sudah berlangsung lama di Bali. Menurutnya, hal itu merupakan modal dasar dalam membangun bangsa.


"Saya sangat mengapresiasi kerukunan umar beragama di Bali," kata Menag Fachrul Razi, saat bertemu tokoh lintas agama, sekaligus meresmikan gedung SBSN dan merilis Studio Sukma Podcast di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.


Disampaikan Menag, eratnya relasi antar pemeluk agama, suku, kelompok di pulau dewata menjadi modal dasar pembangunan nasional.
"Kerukunan modal membangun bangsa. Tidak ada bangsa yang bisa maju, jika konflik sosial terus menerus terjadi," pesannya.


Dijelaskan Menag, kerukunan antar umat beragama harus diawali dengan cara pandang, sikap dan perilaku keagamaan yang moderat. Diperlukan juga pemikiran terbuka terhadap perbedaan dan memberi manfaat bagi sesama. Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Sehingga, diperlukan seni dalam merawatnya, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga.


"Mari kita gunakan pengaruh masing-masing dalam lingkup nasional, regional maupun komunitas keluarga, dengan menanamkan nilai kebersamaan, cinta kasih, perdamaian dan membiasakan diri menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan," ajak Menag.


Terkait gedung SBSN yang baru diresmikan, Menag Fachrul Razi berharap bisa dioptimalkan dalam peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. "Masyarakat menuntut kita memberikan layanan yang semakin berkualitas," tegas Menag.


Adapun gedung SBSN yang diresmikan oleh Menag yang ditandai dengan penandatanganan prasasti adalah MAN 1 dan MAN 2 Jembrana, KUA Karangasem, KUA Kabupeten Bangli, dan PLHUT Kabupaten Buleleng. Acara ini juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko dan Rektor UHN Ida Bagus Sugriwa Denpasar I Gusti Ngurah Sudiana.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Menag: Tidak Boleh Ada Diskriminasi, Jadikan Agama Jalan Resolusi Konflik

Rekomendasi:

Berita Terbaru: