(Humas Bali) Setelah hampir tiga tahun tidak digelar, 2022 ini Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX tingkat Provinsi Bali kembali digelar. Bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Minggu (3/7) MTQ ke XXIX tingkat Provinsi Bali dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretaris Daerah Kota Denpasar Anak Agung Gede Risnawan yang mewakili Wali Kota Denpasar. Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Arjiman hadir mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Bertindak selaku tuan rumah dalam MTQ ke XXIX tingkat Provinsi Bali adalah Kota Denpasar.
MTQ digelar dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kandungan Al Qur’an yang mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. MTQ XXIX tingkat Provinsi Bali ini diikuti oleh 254 peserta dari perwakilan Kabupaten/Kota se Bali.
Anak Agung Gede Risnawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui MTQ ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi masyarakat Denpasar untuk menjadi lebih religious.
“Pemerintah Kota Denpasar telah bersinergi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik dalam pelaksanaan MTQ kali ini.” Ucap Risnawan.
Sementara dalam sambutannya juga Arjiman selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan bahwa Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXIX Tingkat Provinsi Bali merupakan momentum yang tepat untuk menyampaikan pesan moral Islam didalam mendukung program pemerintah pada sisi penguatan kerukunan umat beragama melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai moderasi beragama yang akan menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran untuk mewujudkan Indonesia maju dan Bali kuat akan budayanya.
“Sehingga tema pelaksanaan MTQ saat ini sangat sesuai dengan program pemerintah Republik Indonesia yakni : Penguatan Moderasi Beragama Melalui MTQ Ke-29 Penguatan Moderasi Beragama Melalui MTQ Ke-29 Perekat Pasemetonan Wujudkan Umat Rukun, Indonesia Maju.” Ucap Arjiman
Dijelaskan lebih lanjut oleh Arjiman, tema ini menyadarkan kepada kita bahwa perbedaan itu merupakan kepastian, namun perbedaan tidak bisa dijadikan alasan perpecahan, sehingga kehadiran konsep moderasi di Indonesia memberikan makna bahwa “Di Indonesia, beragama pada hakikatnya adalah berindonesia, dan berindonesia itu pada hakikatnya adalah beragama”.
Arjiman juga berpesan kepada peserta yang akan mengikuti Musabaqoh bahwa juara bukan tujuan utama, tetapi upaya dalam memberikan tampilan yang terbaik adalah sikap mental juara.
MTQ XXIX ini digelar hingga 4 Juli 2022 dengan majelis musabaqoh yang dikompetisikan yaitu Tilawah Al Qur’an, Tahfidz Al Qur’an, Fahm Al Qur’an, Syarh Al Qur’an, Khot Al Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an.(sn)