(Humas Bali) Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 M/1443 H telah dilaksanakan dengan baik. Sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji dan telah kembalinya jemaah haji serta para petugas haji ketanah air Selasa, 23 Agustus 2022 Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah menggelar tasyakuran petugas haji yang bertempat diaula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.
Kepala Bidang penyelenggara Haji dan Umrah H. Nurkhamid menyampaikan bahwa tasyakuran ini merupakan pertama kalinya digelar oleh Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, hal ini dikarenakan singkatnya waktu dalam persiapan pemberangkatan jemaah haji.
“Penyelenggaraan haji tahun 2022 ini begitu istimewa, kenapa saya sebut istimewa karena penyelenggaraan ibadah haji yang biasanya perlu waktu empat bulan untuk persiapannya, namun untuk tahun 2022 ini hanya dilaksanakan 37 hari saja” ucap Nurkhamid.
Persiapan yang begitu singkat itu juga tidak lepas dari pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang memiliki komitmen yang tinggi dalam mengawal pemberangkatan dan kembalinya jemaah haji provinsi Bali.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan rasa syukur yang harus bersama kita panjatkan karena terlaksananya seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Ka Kanwil pun mengingatkan kembali bahwa ada empat indikator dari keberhasilan penyelenggaraan haji yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu semua jemaah yang terdaftar dan memenuhi syarat dapat diberangkatkan, semua jemaah yang berangkat haji dan menjalankan wukuf di Arafah, jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan benar, serta semua jemaah yang diberangkatkan dapat dipulangkan kembali ke tanah air.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Bali, serta khususnya para punggawa haji yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji, dari proses pelunasan, pengurusan dokumen, pemberangkatan sampai kepulangan Jemaah haji.” Ucap Ka Kanwil.
Lebih lanjut Komang Sri Marheni pun menyampaikan bahwa Kementerian Agama masih menanti penilaian Jemaah terhadap kualitas penyelenggaraan haji tahun 2022 ini yang dilaksanakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) selaku lembaga indenpenden dan lembaga eksternal Kementerian Agama. Indeks Kepuasan Jemaah tahun 2019 mencapai 85,91 naik 0,68 dari tahun 2018 yang mencapai 85,23.
“Tentunya saya berharap tahun ini indek kepuasan jemaah mengalami kenaikan karena pemerintah telah optimal mengerahkan tenaganya memberikan pelayanan.” Ujar Ka Kanwil.
Tantangan penyelenggaraan haji tahun mendatang semakin komplek, diantaranya kuota Jemaah haji yang meningkat. Menteri Agama sudah memastikan kuota haji tahun depan meningkat dari tahun ini. Begitupula dengan optimalisasi penggunaan teknologi informatika yang semakin menonjol. Tentu itu semua harus mulai dimitigasi oleh para petugas haji dan punggawa haji saat ini agar dapat memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang lebih optimal bagi Jemaah haji di masa mendatang. Karena prinsip penyelenggaraan ibadah haji, selesainya masa operasional haji tahun 1443 H/2022 M berarti menjadi awal dari persiapan penyelenggaraan haji tahun 1444 H/2023 M. Tidak ada kata istirahat untuk persiapan penyelenggaraan haji.
Tasyakuran ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Bali, seluruh petugas haji Provinsi Bali, serta seluruh penyelenggara haji se Bali.(sn)