Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Optimalisasi Transformasi Digital Kementerian Agama Digelar di Bali: Upaya Menyelaraskan Sistem Informasi Nasional

Denpasar (Kemenag) - Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kementerian Agama RI melalui Bagian Sistem Informasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk Optimalisasi Penerapan Transformasi Digital Kementerian Agama di Harris Hotel & Residences Sunset Road, Bali. Kegiatan yang berlangsung dari 4 hingga 8 Oktober 2024 ini mengundang para pimpinan tinggi agama, Kepala Kanwil Kemenag, Kepala Biro di lingkungan Setjen, serta para pejabat fungsional pranata komputer dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat penerapan digitalisasi di seluruh lingkup Kementerian Agama, baik di pusat maupun daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

Kepala Biro HDI, Akhmad Fauzin, dalam laporannya menegaskan pentingnya sistem informasi elektronik di era globalisasi dan komputerisasi saat ini. Menurutnya, sistem informasi memainkan peran vital tidak hanya dalam pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga di berbagai sektor pembangunan. Integrasi informasi yang ada akan sangat strategis dalam perencanaan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tanpa dukungan sistem informasi yang terintegrasi, sulit bagi pemerintah untuk melakukan justifikasi kebijakan dan antisipasi perkembangan yang terjadi. “Sistem Informasi Nasional (SISFONAS) merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti Biro HDI Kemenag, yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengintegrasikan berbagai sistem informasi yang tersebar di berbagai unit kerja Kementerian Agama, menghadapi tantangan tersendiri. Fauzin menyebutkan bahwa untuk merealisasikan integrasi tersebut diperlukan dukungan teknis, yakni sumber daya manusia yang mumpuni, serta dukungan kebijakan dari manajemen di tingkat tertinggi.

Transformasi digital di Kementerian Agama, jelas Fauzin, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja sistem dan performa organisasi, yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Upaya ini juga sejalan dengan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diamanahkan oleh Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2019.

Kegiatan ini diadakan dengan beberapa tujuan strategis. Pertama, untuk mensosialisasikan program prioritas Kementerian Agama, yaitu "Transformasi Digital." Kedua, menyelaraskan program transformasi digital di tingkat pusat dengan satuan kerja di daerah agar tercapai sinergi dan keselarasan kebijakan. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan Pusat Data Nasional sebagai infrastruktur pendukung utama dalam pelaksanaan e-government. Keempat, peningkatan keamanan informasi, terutama dalam aplikasi yang terintegrasi dengan SPBE, dan kelima, sosialisasi pemanfaatan Aplikasi Manajemen Aset TIK (SIMANTIK) serta sistem penghubung layanan pemerintah.

Sementara itu, Abu Siri, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Bali, yang mewakili Kepala Kanwil, menyampaikan rasa terhormatnya karena Bali menjadi tuan rumah acara ini.

"Kanwil Kemenag Provinsi Bali sangat mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, dan kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam penyelarasan program digitalisasi Kementerian Agama di seluruh Indonesia," ujar Abu Siri. Ia juga mengajak para peserta untuk sejenak menikmati suasana alam Bali di sela-sela kegiatan, meskipun tetap mengutamakan fokus pada jalannya acara ini.

Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, dalam arahannya menjelaskan bahwa transformasi digital Kementerian Agama melibatkan tiga komponen utama: struktur, kultur, dan sumber daya (resersis). "Jika kita berbicara tentang digitalisasi, kata kuncinya adalah better, faster, system, dan simple. Proses kerja harus lebih cepat, lebih baik, namun tetap terstruktur dan sederhana,” ungkap Ramdhani. Ia juga menyampaikan perlunya perubahan budaya kerja agar sejalan dengan perkembangan teknologi. “Ini bukan hanya soal adopsi teknologi, tapi bagaimana kita mengubah cara kerja dan pola pikir di lingkungan kerja Kementerian Agama.”

Ramdhani menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki dua silah penting, yaitu ghoyah (tujuan) yang merupakan pelayanan publik, dan wasilah (perantara) yang diwujudkan dalam bentuk transformasi digital. Ia mengingatkan semua pihak untuk memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar alat, tetapi juga bagian penting dalam mencapai tujuan utama pelayanan.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building Media dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo, yang dikenal dengan panggilan Gus Bowo, juga turut menyampaikan pandangannya mengenai transformasi digital. Ia menyoroti bahwa Kementerian Agama telah menjadi salah satu kementerian yang paling responsif terhadap perkembangan teknologi digital. "Menurut KemenPANRB, Kementerian Agama menjadi salah satu kementerian yang paling adaptif terhadap transformasi digital. Ini menjadi bukti bahwa kita serius dalam menerapkan digitalisasi di semua lini layanan," ujar Gus Bowo.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi dalam layanan publik sudah menjadi suatu keharusan. "Kementerian Agama terus berinovasi dan melakukan penyesuaian dengan teknologi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Transformasi digital ini harus menjadi fokus kita untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis," tutupnya.

Dengan rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh unit kerja Kementerian Agama dapat memanfaatkan peluang transformasi digital ini untuk meningkatkan efisiensi, keamanan informasi, dan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Bali, sebagai tuan rumah, turut mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini dengan harapan terciptanya sinergi antara pusat dan daerah dalam menjalankan kebijakan transformasi digital.(sn)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Kemenag Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik 2024 dari Kementerian PANRB, Menag Yaqut: Ini Hasil Kerja Keras Bersama!

Rekomendasi:

Berita Terbaru: