(Ura Hindu) Denpasar, 8 Maret 2018
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (I Made Jendra, S.Pd, M.Si) dan Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu (Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H) membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Kelompok Dagang Sarana Upacara Keagamaan pada tanggal 7 Maret 2018. Kegiatan dilaksanakan di The Cakra Hotel yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai Nomor 28, Kota Denpasar.
Kepala Bidang Urusan Agama Hindu menyampaikan bahwa meskipun berdoa dan beryadnya itu penting, umat Hindu sebaiknya mulai berpikir mengenai bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan ekonomi umat. Yadnya dan kerja sebaiknya selalu berada dalam porsi yang seimbang. Rasa gengsi dalam mengambil pekerjaan sebaiknya mulai dihilangkan agar sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya potensial tidak hilang begitu saja. Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sebagai salah satu instansi pemerintah yang ada di Propinsi Bali ingin mengawali pemberian perhatian pada kesejahteraan umat Hindu yang diwujudkan melalui Kegiatan Pembinaan Kelompok Dagang Sarana Upacara Keagamaan dan juga pemberian bantuan dana yang diawali dari kelompok dagang canang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali dalam awal kata sambutannya menyampaikan bahwa pedagang canang diundang dalam kegiatan ini karena dianggap penting dan memegang peran strategis dalam Agama Hindu. Umat Hindu di tengah kesibukannya banyak menggantungkan kehidupan beragamanya kepada pedagang sarana upacara keagamaan termasuk pedagang canang. Sebagai pelaku ekonomi kreatif, pedagang canang diharapkan menangkap peluang usaha ini yang potensinya dianggap masih sangat besar, terbuka dan sangat menjanjikan. Oleh karena itu Agama Hindu jangan hanya dipahami sebagai keyakinan untuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa saja, namun juga untuk kepentingan hidup dan kehidupan manusia. Agama Hindu dapat menggerakkan ekonomi umat Hindu.
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat belakangan ini, Beliau berharap pedagang canang atau sarana upacara keagamaan lainnya dapat memanfaatkan website atau media sosial yang dimiliki untuk memperluas jangkauan wilayah perdagangan. Hal tersebut wajib digarap karena kemudahan dan kepraktisan berbelanja yang ditawarkan kepada umat Hindu sebagai konsumen tentu dapat menaikkan penjualan secara signifikan. Meskipun Beliau sadar bahwa tidak semua peserta yang hadir mampu untuk menggunakan smartphone secara maksimal, Beliau memberitahukan peserta yang hadir agar berusaha mengarahkan anak-anak mereka di rumah untuk membantu menjual sarana upacara keagamaan yang telah dibuat menggunakan website atau media sosial.
Beliau berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengajukan banyak pertanyaan kepada narasumber yang akan dihadirkan selama kegiatan berlangsung sehingga melalui kegiatan ini, peserta akan banyak mendapat pengetahuan, kemampuan dan keterampilan baru dalam menjalankan usaha yang saat ini sedang digeluti. Pesan penting dari Beliau sebelum mengakhiri kata sambutan bahwasanya pakem dan kebenaran dari sarana upacara keagamaan yang dibuat harus sesuai dengan sastra agama. Tidak boleh ada yang dikurangi apalagi semata-mata hanya untuk menambah keuntungan. Sebelum acara pembukaan berakhir, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu dan Pembimas Budha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (Bodhi Giri Ratana, S.Pd) selaku Pejabat Pembuat Komitmen menyaksikan penyerahan perlengkapan peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta kegiatan yang dilanjutkan dengan penandatanganan administrasi terkait bantuan dana yang telah diberikan kepada seluruh kelompok pedagang canang. (ts)