(Inmas Bali) Mengisi hari kedua Rapat Kerja Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang telah dibuka secara resmi oleh Bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada tanggal 1 Februari 2018, maka hari kedua Jum’at 2 Februari 2018 kegiatan Raker diisi dengan penyampaian materi oleh Kepala Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yaitu Bapak Prof. Dr. Phill. H. Nurkholis Setiawan, MA bertempat di Hotel Nirmal Denpasar. Begitu pentingnya hal yang disampaikan beliau hadir juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali.
Beberapa hal yang cukup mendasar yang beliau sampaikan dapat kami simpulkan yaitu bahwa saat ini melalui lokakarya pengawasan yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal menghasilkan keputusan tertinggi yang memutuskan perubahan paradigm pengawasan yaitu dengan merubah cara pendekatan pengawasannya. Adapun startegi yang beliau sampaikan yaitu startegi kebijakan pengawasan 4-5-4.
Empat yang pertama yaitu pengelompokan auditor menjadi empat kelompok yaitu kelompok pertama auditor melakukan pengawasan sesuai tugas dan fungsi, kelompok kedua auditor melakukan pengawasan tentang kepegawaian, kelompok ketiga auditor melakukan pengawasan keuangan, dan kelompok keempat auditor melakukan pengawasan Barang Milik Negara (BMN).
Startegi kedua yaitu agar Itjen dapat maksimal membantu satuan kerja maka dikelompokkan menjadi lima yaitu tim pertama unit kelompok eselon 1 di pusat, tim kedua kelompok kantor Wilayah dan kantor Kabupaten/Kota, tim ketiga yaitu kelompok balai litbang, diklat, dan UPT Asrama Haji, tim keempat yaitu kelmpok Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, tim kelima yaitu kelompok madrasah negeri.
“Kehadiran audit adalah memberikan solusi buka mencari masalah” ujar Nurkholis Setiawan. Beliau juga menyampaikan strategi yang keempat lainnya yaitu melalui pengelompokan kehadiran yaitu melalui empat kelompok. Kehadiran pada awal tahun ada dua yaitu kehadiran pertama untuk melakukan review dengan melakukan cek list sebelum BPK turun. Kehadiran kedua untuk membantu satker-satker besar melakukan bedak RKAK/L. Kemudian kehadiran menjelang akhir tahun yaitu dengan melakukan pendampingan penyusunan laporan keuangan yaitu kehadiran yang ketiga melakukan monitoring dan evaluasi, kehadiran keempat yaitu audit pada aktivitas akhir.(sn)