Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Pelepasan Jemaah Haji Provinsi Bali: Harapan Menjadi Teladan dalam Keberagaman

Denpasar (Kemenag) - Dalam sebuah acara yang penuh haru dan khidmat, Pj. Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah, Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahyawati, melepas keberangkatan jemaah haji Provinsi Bali. Acara yang diselenggarakan di Hotel Santi Denpasar ini dihadiri oleh berbagai pejabat terkait, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Bagian Tata Usaha, Kabid, dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, serta seluruh penyelenggara haji se-Bali.

Syarif Hidayatullah, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bali, melaporkan bahwa jemaah haji Provinsi Bali tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 71 dan 72 melalui embarkasi Surabaya. "Provinsi Bali mendapatkan kuota awal 733 orang, namun, dua jemaah menunda keberangkatan dan dua lainnya batal karena visa, sehingga total jemaah menjadi 729 orang,”ujarnya.

Selain itu, terdapat 25 orang jemaah yang melakukan mutasi berangkat dari luar Provinsi Bali dan mendapat tambahan 11 jemaah mutasi masuk ke Provinsi Bali, sehingga jumlah jemaah yang akan berangkat dari Bali adalah 715 orang. Rinciannya adalah Denpasar 270 jemaah, Badung 124 jemaah, Buleleng 85 jemaah, Jembrana 82 jemaah, Klungkung 20 jemaah, Karangasem 31 jemaah, Tabanan 36 jemaah, Gianyar 47 jemaah, Bangli 16 jemaah, ditambah 1 orang Petugas Pembimbing Ibadah KBIHU dan 3 jemaah Petugas Haji Daerah (PHD).

Kloter 71 dijadwalkan memasuki Asrama Haji Surabaya pada 30 Mei pukul 08.00 WIB dan diberangkatkan ke Jeddah pada 31 Mei pukul 03.05 WIB dengan penerbangan Saudi Airlines SV-5143. Sementara itu, kloter 72 akan memasuki Asrama Haji Surabaya pada 30 Mei pukul 10.50 WIB dan berangkat ke Jeddah pada 31 Mei pukul 10.50 WIB dengan penerbangan Saudi Airlines SV-5207. 

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, menegaskan pentingnya pelepasan keberangkatan jemaah haji oleh Kementerian Agama sebagai leading sector penyelenggaraan ibadah haji. "Ada empat indikator keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji," ungkapnya. "Pertama, semua jemaah haji yang terdaftar dan telah memenuhi syarat dapat diberangkatkan. Kedua, semua jemaah haji yang berangkat dapat menjalankan wukuf di Arafah. Ketiga, jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan benar. Dan keempat, semua jemaah yang diberangkatkan dapat dipulangkan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat."

Ia juga menambahkan bahwa indikator kedua dan ketiga insya Allah dapat terealisasi melalui program pembinaan dan bimbingan manasik haji di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, serta bimbingan swadaya masyarakat melalui KBIHU. "Kami optimis dapat merealisasikan indikator kedua dan ketiga," katanya.

Dengan pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Marheni berharap agar seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan iman yang kokoh, teguh beramal saleh, serta taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Saya harap agar sesampainya di tanah suci, saudara-saudara dapat menjaga diri satu dengan yang lainnya, terutama menjaga kesehatan masing-masing, serta menjadi tauladan bagi jemaah haji lainnya dan membawa nama baik sebagai jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah haji Provinsi Bali," tuturnya.

Tidak lupa, ia mengajak seluruh jemaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, berdoa agar seluruh jemaah dapat diberangkatkan dan dipulangkan dengan sehat dan selamat, serta menyandang predikat haji yang mabrur, mabrurah, dan barokah.

Mewakili Pj. Gubernur Bali, Ni Nyoman Cahyawati menyampaikan harapan agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan baik dan menjaga diri satu sama lain, serta membawa nama baik sebagai jemaah haji dari Provinsi Bali. Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali berharap ibadah haji ini dapat membentuk pribadi yang lebih baik dan lebih rajin dalam beribadah. "Jaga harmonisasi dalam keberagaman, dan jadilah garda terdepan dalam mengantisipasi gerakan intoleransi dan radikalisme," pesannya.

Dengan keberangkatan ini, jemaah haji diharapkan dapat mendekatkan diri dengan Tuhan dan berdoa agar seluruh jemaah diberangkatkan dan dipulangkan dengan selamat serta mendapat predikat haji yang mabrur. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu merawat keberagaman dan kemajuan di Indonesia, khususnya Bali, dengan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun negeri.

Acara pelepasan ini bukan hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan harapan agar jemaah haji Bali dapat menjadi teladan dalam keberagaman dan menjaga persatuan Indonesia.(sn)

Berita Sebelumnya
Bentuk Citra Positif, Dirjen PHU Gandeng Humas
Berita Berikutnya
715 Jemaah Haji Bali Disambut di Embarkasi Surabaya, Siap Berangkat ke Tanah Suci

Rekomendasi:

Berita Terbaru: