Denpasar, Humas Bali– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Selasa (30/4/2024) secara resmi melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang akan bertugas mengawal pelaksanaan ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi. Acara pelepasan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dan dihadiri oleh Kabag TU, Kabid, Pembimas serta petugas haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Syarif Hidayatullah selaku Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah dalam laporannya menyampaikan bahwa jamaah haji Provinsi Bali tergabung pada Kloter 71-SUB dan 72-SUB, diperkirakan masuk asrama Embarkasi Surabaya pada tanggal 30 Mei 2024 dan direncanakan berangkat ke Arab Saudi pada 31 Mei 2024 dengan penerbangan Saudi Arabia Airline. Untuk Provinsi Bali petugas haji yang akan bertugas sebagai petugas kloter berjumlah lima orang dengan formasi tugas Tim Pemandu Haji Indonesia/TPHI Kloter 71-SUB, Tim Pembimbing Ibadah Haji/TPIHI Kloter 71-SUB, Tim Pemandu Haji Indonesia/TPHI Kloter 72-SUB, dan Tim Pembimbing Ibadah Haji/TPIHI Kloter 72-SUB.
Sementara untuk petugas non kloter PPIH Arab Saudi berjumlah lima orang dengan formasi tugas Pembimbing Ibadah, Akomodasi, Transportasi, Siskohat, dan Konsumsi. Pemberangkatan petugas PPIH Arab Saudi Daker Madinah tanggal 8 Mei 2024 dan Daker Makkah tanggal 15 Mei 2024 akan diberangkatkan lebih awal dari jemaah haji yaitu kloter pertama gelombang pertama tanggal 12 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Komang Sri Marheni selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, menyampaikan rasa syukurnya karena kondisi global dan politik yang kondusif memungkinkan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dalam keadaan normal dengan tambahan kuota. Beliau mengingatkan bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan dan melaksanakan ibadah haji dengan baik.
“Dari lebih dari 23 ribu pendaftar, hanya kurang dari 4.200 yang berhasil lolos seleksi dan berkesempatan untuk menjadi duta bangsa di Tanah Suci,” ujar Marheni. Beliau menekankan pentingnya peran setiap petugas haji, tidak hanya di Arab Saudi tetapi juga dalam persiapan keberangkatan jemaah di tanah air.
Marheni juga menggarisbawahi beberapa tantangan yang dihadapi tahun ini, termasuk kebijakan baru seperti istito’ah kesehatan sebelum pelunasan dan naiknya biaya pelunasan, serta perekaman biometrik yang dilakukan secara mandiri oleh jemaah. “Saya mengikuti setiap tahapan persiapan dan menilai bahwa insya Allah tahun ini kita lebih siap, lebih tertata, dan akan lebih baik,” tegasnya.
Petugas haji kali ini, yang akan mengawal jemaah kloter 71 dan 72 dari Embarkasi Surabaya, diingatkan untuk menjaga kesehatan dan memperkuat pengetahuan tentang manasik haji. Marheni juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar petugas serta memurnikan niat hanya untuk melayani jemaah, bukan untuk berhaji sendiri.
Di penghujung sambutan, Marheni menyampaikan harapannya agar semua petugas dapat menjalankan tugas dengan lancar dan membawa nama baik Provinsi Bali serta pemerintah. “Senantiasa berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berikhtiar dan serahkan hasilnya kepada-Nya,” tutup Marheni.
Acara pelepasan ini menandai dimulainya rangkaian panjang pengabdian para petugas haji yang akan berusaha memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan aman bagi seluruh jemaah asal Provinsi Bali.(sn)