Denpasar, 27/4/2018 Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Mengadakan Pembinaan Manajemen Rumah Ibadah yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 27 s.d 29 April 2018, bertempat di The Cakra Hotel-Denpasar. Peserta Pembinaan bersal dari Tokoh Umat Buddah, Pandita, Pengurus Vihara serta Pengurus Majelis Provinsi Bali yang semuanya berjumlah 40 peserta. Narasumber pada pembinaan bersal dari Kementerian Agama RI, Kantor Wilayah Kemenerian Agama Provinsi Bali, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali.
Acara yang seharusnya dibuka oleh Dirjen Bimas Buddha tidak dapat berjalan sesuai rencana dikarenakan bertepatan dengan Dirjen Bimas Buddha Menghadiri Kegiatan Dewan Pengurus Pusat Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (DPP PBDNSI) dalam rangka peringatan secara nasional Hari Kartini, akhirnya acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, dalam sambutannya I Nyoman Lastra berpesan agar seluruh umat khususnya umat Buddha di Provinsi Bali tidak melakukan kampaye politik di tempat ibadah/Vihara dimana tahun ini adalah tahun politik, sebagai tokoh seharusnya kita memberikan kesejukan bagi umat serta dapat mawas diri dan menjaga diri untuk menjaga kesatuan bangsa.
Dirjen Bimas Buddha hadir pada hari kedua memberikan materi
tentang bagaimana mengelola manajemen rumah ibadah dengan baik, karena pada
prinsipnya rumah ibadah adalah sebagai tempat beribadat, agar tempat ibadat berjalan dengan
baik kata Caliadi harus Profesional, Trasparan, Akomodatif, Kaderisasi,
Regulasi, terarah dan terukur. Pada kesimpulannya Rumah
Ibadah Agama Buddha dalam konteks territorial dan fungsional Vihara menjadi
simbul pemersatu umat sekaligus pusat spiritual dan alat untuk menjaga/menggali
budaya, mengembangkan pendidikan serta pemberdayaan perekonomian umat, dengan
demikian pengelolaan Vihara harus profesional dan dengan semangat ke-Buddha-an,
Kemitraan dengan umat baik Remaja, pemuda kaum Wanita maupun sesepuh umat yang
ada harus di bangun dengan baik. (nae)