( Inmas Bali ) Bertempat di Hotel Grand Legi Mataram NTB melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag, mengadakan kegiatan dialog dengan tema "Dialog Lintas Agama Terkait Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan Umat Beragama Regional II ", yang diselenggarakan selama 3 hari, dimulai Rabu, 30 Oktober hingga 1 Nopember 2019, diikuti oleh Tokoh Umat Beragama, Tokoh Masyarakat, Kasubag Hukum dan KUB Kemenag dari 10 Provinsi, tidak terkecuali Kanwil Kemenag Provinsi Bali, yang dihadiri oleh Plt. Kasubag. Hukum dan KUB, Nyoman Buda Antara dan Pelaksana di Subag Hukum dan KUB, Agus Susila dan Tokoh FKUB Provinsi Bali.
Dalam laporan Ketua Panitia, menyampaikan tujuan kegiatan Dialog adalah menjalin Silaturahmi dan menjalin komikasi dengan Tokoh Umat Beragama, tentang nilai nilai toleransi sesama anak bangsa, dalam memperteguh kerukunan umat beragana, serta peran memutuskan paham radikalisme.
Selanjutnyanya dalam ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Nassarudin menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya NTB, sebagai tempat penyelenggaraan Dialog, disamping itu pula disampaikan bahwa Radikalisme harus diperangi.
Tugas FKUB, bukan sekedar menjaga kerukunan akan tetapi bagaimana cara membrantas Radikalisme. 3 macam kelompok radikalisme yg harus diwaspadai : Radikalisme Pemikir, Politik dan Langsung, semuanya harus diberantas.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara Sekjen Kemenag RI, H. Nurkholis, menyampaikan pengertian dialog dalam pengertian sebagai sebuah interaksi, penyampaian komunikasi yang berkelanjutan dan terus menerus dilakukan, baik secara internal dan eksternal terhadap pencerahan umat beragama.
Peran tokoh agama sangat penting, bukan hanya merawat, akan tetapi mencegah munculnya paham radikalisme, baik dari kelompok tekstualis, liberalis dan politik, dimulai dari berpikir, bertindak dan berpolitik.
Sebagai akhir sambutan H. Nurkholis, mengharapkan peran tokoh agama, agar dapat merubah paradigma dari merawat kerukunan umat beragama, ke lebih banyak mengumandangkan, mengisi tulisan, candaan tentang paham Moderat, baik di akun-akun sosial dan medsos, sehingga dapat menarik minat baca, umat beragama dari kalangan generasi muda, generasi penerus bangsa.