Denpasar (Kemanag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Moderasi Beragama bagi Pemuda Linta Agama Provinsi Bali dengan tema “Dengan Moderasi Beragama Kita Wujudkan Nusantara Baru, Indonesia Maju”, Senin (26/8/2024) bertempat di B Hotel Denpasar. Acara ini dihadiri oleh 60 pemuda lintas agama dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, sebagai bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama di kalangan generasi muda.
Laporan yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana, Wina Maya Lestari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu misi Kementerian Agama yang tertuang dalam Renstra 2020-2024, yakni memperkuat moderasi beragama. “Kerukunan umat beragama dapat menjadi fondasi pembangunan untuk mewujudkan Nusantara Maju Indonesia Maju, sejalan dengan tema HUT Kemerdekaan RI yang ke-79,” ujarnya.
“Pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam membangun bangsa, meski di tengah perbedaan yang ada,” ungkap Wina dalam laporannya. Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman, baik suku bangsa maupun agama, namun hal tersebut tidak menghalangi semangat para pemuda untuk meraih kemerdekaan dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Wina mengutip pesan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, “Agama harus menjadi inspirasi, bukan aspirasi,” sebuah kalimat yang mengajak semua pihak untuk menjadikan agama sebagai sumber pengetahuan yang mempersatukan, bukan sebagai alat pemecah belah.
Komang Sri Marheni, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun di atas fondasi keberagaman. Keberagaman ini, baik dari segi suku, budaya, maupun agama, bukanlah penghalang melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan. “Moderasi beragama menjadi kunci dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati,” tegas Marheni.
Pada era globalisasi ini, pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam membangun Indonesia yang maju. Oleh karena itu, pemuda harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat persatuan, toleransi, dan saling menghormati di tengah perbedaan. Harapan besar juga disampaikan oleh Marheni, agar melalui penguatan moderasi beragama, generasi muda dapat menciptakan dialog, kerjasama, dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa tanpa mengabaikan nilai-nilai agama.
“Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam membangun Indonesia yang maju. Mereka harus menjadi agen perubahan yang membawa semangat persatuan, toleransi, dan saling menghormati di tengah perbedaan,” lanjut Marheni. Ia berharap penguatan moderasi beragama ini dapat menciptakan generasi pemuda yang mampu berdialog, bekerja sama, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa tanpa mengabaikan nilai-nilai agama yang dianut.
Pada akhir sambutannya, Marheni mengajak para pemuda lintas agama untuk mampu memfilter informasi yang ada dan menjaga stabilitas keagamaan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Gunakan media dan kreativitas yang kalian miliki untuk menyebarkan konten positif yang mampu menenangkan dan menjaga keutuhan kehidupan umat beragama,” ujar Marheni.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Kompetisi Pembuatan Konten Berbasis Moderasi Beragama dan Lingkungan Hidup yang telah berlangsung sejak Mei 2024. Kompetisi ini, yang bertujuan menggugah pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademik, mengenai pentingnya moderasi beragama dan upaya menjaga lingkungan hidup, diikuti oleh 17 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
Pemenang kompetisi tersebut adalah SMP Negeri 6 Pupuan Satu Atap yang berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh SMP Negeri 1 Seririt dan SMA Negeri 1 Pupuan sebagai peringkat kedua dan ketiga. Penghargaan konten terfavorit diraih oleh SD Negeri 2 Amlapura. Semua pemenang diberikan plakat dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas karya kreatif mereka.
Dengan kegiatan ini, diharapkan tercipta generasi pemuda yang siap menghadapi tantangan global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan dan agama yang moderat.(sn)