(Humas Bali) Bertempat di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang diwakili oleh Ketua Tim Keuangan dan BMN Ida Bagus Arijaya membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Penyusun Laporan Keuangan, Kamis (15/06/2023).
Selain untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Agama dan penguatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensinergikan antara operator LK, BMN, Persediaan dengan operator Komitmen dan Pembayaran sehingga dapat menyajikan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, dan perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber.
Dalam hal ini Ketua Tim Keuangan dan BMN menyampaikan bahwa rekonsiliasi merupakan salah satu kunci utama dalam upaya penyusunan laporan keuangan yang akuntabel, karena perannya yang sangat penting dalam rangka meminimalisasi terjadinya perbedaan pencatatan yang berdampak pada validitas dan akurasi data yang disajikan dalam laporan keuangan.
“Saat ini sudah dilakukan rekonsiliasi data laporan keuangan antara Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) dengan KPPN. Periode pelaksanaan rekonsiliasi dilaksanakan paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya setelah bulan pelaporan berakhir yang dilaksanakan setiap bulan atau sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan” kata IB Arijaya
Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan yang berjalan 1 (satu) hari Kamis 15 Juni 2023 ini adalah sebanyak 50 (lima puluh) orang peserta yang terdiri dari Penyusun Laporan Keuangan& BMN yaitu dari Balai Diklat Keagamaan Dps, UHN I Gst Bagus Sugriwa, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Kemenag Kab/Kota se-Bali, MAN dan MTsN se-Bali, dan Kanwil Kemenag Provinsi Bali.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat saling berkoordinasi dan menggali informasi dari narasumber yang kami hadirkan sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang handal dan akuntabel” ungkap IB Arijaya. (ca)