Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah program pendidikan yang berperan dan berfungsi untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan jati diri bangsa indonesia. Pendidikan karakter ini adalah salah satu upaya dalam membangun karakter bangsa di dalam diri peserta didik, sekaligus sebagai langkah untuk mengharmonisasikan hati, rasa, pikir dan raga siswa agar tetap sejalan dengan falsafah ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Hal ini disampaikan oleh Sulastri, S.Ag, M.Pd.H selaku Sub.Koordinator Pendidikan Agama Hindu Pada Pendidikan Menengah yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Hindu Angkatan 1 di Nusa Penida, Kab. Klungkung, Selasa, 10 Mei 2022.
Kegiatan yang di gelar oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.Bali yang hanya berlangsung 1 hari, 10 Mei 2022, bertempat di Aula SMAN 1 Nusa Penida menghadirkan peserta dengan jumlah 50 Siswa Hindu dari Tingkat SMA dengan mengangkat tema “Melalui Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Hindu di Nusa Penida, Kab. Klungkung Kita Ciptakan Generasi Cerdas Berkarakter Wujudkan Sikap Moderat”.
Dengan mengusung tema tersebut Sulastri menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk menanamkan, menumbuhkan, meneguhkan, dan menguatkan pendidikan karakter bagi siswa hindu maka akan diharapkan akan tercipta generasi hindu yang cerdas berkarakter sesuai dengan lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong-royong, sehingga akan terwujud generasi Hindu yang unggul dan moderat.
Melalui kegiatan ini siswa Hindu diminta untuk memiliki nilai yang sangat strategis dalam menguatkan pendidikan karakter dan membangun pondasi nilai-nilai moderasi beragama pada siswa hindu sebagai generasi penerus bangsa. Maka dari itu Sulastri berharap siswa Hindu dapat menjadi generasi emas Hindu yang memiliki kualitas karakter, memiliki literasi dasar, memiliki kemampuan critical thinking dan memiliki kemampuan problem solving yang baik.
Selain itu Sulastri menginginkan agar para peserta juga memiliki kreativitas, kemampuan inovasi dan kemampuan bekerjasama, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat, serta mampu menjadi agen moderasi beragama dalam menyebarkan sikap-sikap moderat dan nilai-nilai multikultural di sekolah.(CA)