(Ura Hindu) Denpasar, 28 Agustus 2018
Diskusi terkait hasil penilaian juri atas masing-masing keluarga yang menjadi peserta Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi Kabupaten/Kota Se-Bali Tahun 2018 telah selesai dilaksanakan tepat pada waktunya. Diskusi tersebut menghasilkan pemenang/juara lomba yang selanjutnya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali. Menindaklanjuti hal tersebut, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali kemudian mengundang seluruh keluarga yang menjadi peserta Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi Kabupaten/Kota Se-Bali Tahun 2018 untuk hadir bersama-sama di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali pada hari Jumat, 24 Agustus 2018.
Kepala Seksi Pemberdayaan Umat Bidang Urusan Agama Hindu (I Ketut Sudiana, S,Ag, M.Ag) membacakan Pemenang/Juara Lomba Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi Kabupaten/Kota Se-Bali Tahun 2018 dan berikut ini merupakan daftar keluarga yang telah ditetapkan sebagai pemenang/juara :
1. Keluarga DR. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT, CHA (Utusan Kota Denpasar) ditetapkan sebagai Juara I dengan jumlah nilai 1.433.
2. Keluarga I Wayan Marjaya (Utusan Kabupaten Klungkung) ditetapkan sebagai Juara II dengan jumlah nilai 1.406.
3. Keluarga I Made Regeg, S.Pd, M.Si (Utusan Kabupaten Karangasem) ditetapkan sebagai Juara III dengan jumlah nilai 1.362.
4. Keluarga I Ketut Seninnatha (Utusan Kabupaten Badung) ditetapkan sebagai Juara Harapan I dengan jumlah nilai 1.311.
5. Keluarga I Gede Ketut Soekarbo, MP, BE, SE (Utusan Kabupaten Buleleng) ditetapkan sebagai Juara Harapan II dengan jumlah nilai 1.293.
6. Keluarga I Made Sutapa, SE (Utusan Kabupaten Bangli) ditetapkan sebagai Juara Harapan III dengan jumlah nilai 1.196.
Sebelum menyerahkan hadiah kepada pemenang/juara, Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag) dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) secara berurutan memberikan sambutan atas telah terselenggaranya kegiatan penilaian sampai dengan pengumuman Pemenang/Juara Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi Kabupaten/Kota se-Bali Tahun 2018. Beliau menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Komitmen untuk membangun keluarga yang rukun dan terencana sebagaimana yang telah disepakati bersama pada saat melaksanakan perkawinan harus terus dibina secara bersama-sama antara suami dengan istri dengan sebaik-baiknya. Karena keluarga yang rukun dan terencana merupakan pondasi untuk bisa menjadi sebuah negara yang kuat.
Kegiatan Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi merupakan suatu kegiatan yang sebaiknya tidak ditunda ataupun diundur setiap tahunnya karena kegiatan ini baik untuk mendorong semangat keluarga Hindu untuk dapat menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera dan dapat menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi dewasa ini kita dihadapkan pada era globalisasi dan era kecanggihan teknologi. Beliau berharap setiap keluarga mampu menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan baik. Jangan sampai keberadaan alat teknologi dan komunikasi ini justru menjadi pemicu masalah apalagi sampai menyebabkan perpecahan dalam keluarga. Bahkan yang terburuk sampai menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Istilah ‘Jatu Karma’ yang dimiliki masing-masing orang dalam kehidupan ini jangan sampai diingkari di kemudian hari. Hindari gaya perkawinan yang belakangan ini sering mencuat ke permukaan, yaitu kawin cerai.
Kepada seluruh pemenang/juara diberikan hadiah berupa piala, piagam dan uang pembinaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali tentang Penetapan Pemenang/Juara Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi pada Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali Tahun Anggaran 2018. Juara I nantinya akan diikutsertakan pada Kegiatan Pemilihan Keluarga Sukinah Tingkat Nasional pada tahun mendatang.
Dengan terlaksananya Kegiatan Pemilihan Keluarga Sukinah Berprestasi diharapkan akan semakin banyak muncul keluarga Hindu, utamanya di Propinsi Bali, yang terdorong untuk menjadi keluarga sukinah, keluarga yang bahagia, sejahtera dan dapat menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. (ts)