Humas Bali - Pelaksanaan Kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama (PMB) bagi Tokoh Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Provinsi Bali Tahun 2024 Angkatan I, secara resmi ditutup oleh H. Arjiman selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, jum'at (22/03/2024)
Orientasi PMB telah dilaksanakan selama empat (4) hari dari tanggal 19 hingga 22 Maret 2024 yang diikuti oleh 40 peserta dengan materi 28 JPL bertempat di B Hotel and Spa Denpasar.
Kegiatan Orientasi PMB merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 58 Tahun 2023 Tentang Penguatan Moderasi Beragama.
Kabag TU dalam sambutan penutupan mengharapkan kegiatan Orientasi ini menghasilkan hal-hal yang positif dan memberikan energi kuat bagi kita dalam menjaga kerukunan dan kemajemukan masyarakat Provinsi Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
H. Arjiman mengajak peserta Orientasi untuk bersyukur dan juga merasa bangga bahwa indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Bali sangat tinggi yaitu 82,23 dibandingkan Indeks Kerukunan Umat Beragama Nasional yaitu 76,02 namun demikian hendaknya tetap waspada serta tidak boleh lengah karena kehidupan itu dinamis dan perubahan terus terjadi.
"Kita wajib mempunyai tekad dan kemampuan, yaitu tekad mengimplementasikan apa yang telah diperoleh disini, mau menjadi agen-agen kebaikan, kemudian dalam peran sebagai pelopor mampu menghindari masuk dalam konflik apapun, maka apa yang diperoleh dalam Orientasi Pelopor Moderasi Beragama ini menjadi bermanfaat", lanjut Kabag TU.
"Kami dari Kementerian Agama berikhtiar untuk mewujudkan dan menghasilkan generasi pelopor-pelopor moderasi beragama semakin hari semakin banyak, semakin banyaknya bapak dan ibu memiliki wawasan yang moderat, maka disitulah kita akan mampu menjaga kerukunan umat beragama untuk menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia", kata Kabag TU.
"Kami berharap bapak dan ibu terus memberikan literasi kepada masyarakat, dimulai dari yang terdekat hingga yang lebih luas, contohnya di era multimedia ini bagaimana membuat konten-konten yang menyejukkan hati, tidak membuat konten yang dapat menyinggung atau mengecilkan tokoh-tokoh agama tertentu sehingga bisa mengganggu ketentraman di masyarakat", tambah Kabag TU.
"Bapak dan ibu bisa lebih saling menghargai karena kita mempunyai perbedaan dalam konsep mindset sehingga dibutuhkan kerja sama, saling menghargai dan mampu menahan ego dalam bermasyarakat, tidak merasa paling hebat, bagaimana menumbuhkan rasa kasih sayang, menumbuhkan rasa empati merasakan apa yang orang lain rasakan, dapat menjembatani orang-orang yang berkonflik dan mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada ditempat kerja, keluarga dan masyarakat" imbuhnya.
Penutupan Orientasi PMB ini kemudian diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan bagi peserta yang paling aktif dalam kegiatan orientasi.(wyn)