Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Perayaan Natal 2022 di Bali, Khidmat Dibalut Kearifan Lokal

(Humas Bali) Setelah hampir dua tahun Natal dirayakan dengan pembatasan pembatasan yang ketat, tahun 2022 ini Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran Nomor SE. 15 Tahun 2022 tentang Perayaan Natal Tahun 2022 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Surat Edaran yang diterbitkan pada tanggal 19 Desember 2022 tersebut memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan Perayaan Natal Tahun 2022 serta untuk mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dari pantauan tim Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Sabtu, 24 Desember 2022 perayaan misa malam Natal tahun ini di Gereja Katolik Roh Kudus Babakan Canggu, Kabupaten Badung dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai edaran dari Menteri Agama. 

Misa perayaan malam Natal dipimpin oleh 3 Romo. Rm Ronny selaku romo paroki, Rm Made adalah Romo yang bertugas di pedalaman Kalimantan pada kesempatan ini sedang berlibur di kampung halamannya yaitu Bali dan terakhir Rm kadek yang berkarya di meksiko juga sedang berlibur.

Sesuai budaya setempat, Misa perayaan hari raya umat selalu menggunakan pakaian adat Bali. Penggunaan busana adat Bali ini merupakan tradisi sejak dahulu mengingat para umat nasrani yang ada di sana merupakan penduduk lokal Desa Canggu. Selain mengenakan busana adat Bali, umat juga mewajibkan untuk memasang penjor di masing- masih rumah dan juga di pintu masuk gereja.

Tradisi melestarikan adat istiadat Bali lewat busana ini, menurut Romo Rony, sudah berlangsung puluhan tahun di Gereja Katolik Canggu. Tepatnya sejak sekitar 80 tahunan lalu, saat Gereja Katolik Roh Kudus Babakan hadir di Desa Canggu, Kabupaten Badung ini.

Misa berjalan dengan penuh khidmat, berjalan aman dan lancar hasil sinergi antara satgas Gereja dengan pecalang setempat, babinsa, Kapolsek Kuta Utara untuk menjaga keamanan dan kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, pantauan lainnya terpantau dari rangkaian Ibadah Perayaan Natal hingga prosesi malam kudus di Gereja GKPB Jemaat Yudea Padang Luwih.

Prosesi Ibadah berlangsung dengan baik dan aman karena melibatkan pengamanan dari Polsek Kuta Utara dan Pecalang dari Banjar Tegal dan Banjar Pendem.

Adapun makna dari tema Natal "Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain" (Mat.2.12) menurut Pdt. Made Gunaraksawati Mastra, SE, M. Div yaitu melalui kelahiran Yesus Kristus yang diperingati saat Natal, kita umat Kristen diharapkan untuk dapat kembali ke jalan yang diperintahkan Tuhan. Seperti orang Majus yg pulang ke negerinya setelah melihat bayi Yesus melalui jalan lain yg diperintahkan Malaikat.(sn)


Kontributor: 
Cok Agung
Pembimas Katokil
Pembimas Kristen

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
ASN Kanwil Kemenag Provinsi Bali Ikuti CAT Indeks Profesionalisme dan Moderasi Beragama ASN Kemenag Tahun 2022

Rekomendasi:

Berita Terbaru: