(Humas Bali) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Senin (3/10/2022).
Peringatan Maulid Nabi ini diisi dengan tausiyah agama oleh ustad H. Saefuddin Zaeni. Turut hadir seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Bali, Kabag TU, Kepala Bidang dan Pembimas dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, serta seluruh pegawai yang beragama Islam dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang dimasyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
“Dimasa pandemi kemarin kita mengenal 5M, dan saat ini saya juga punya 5M untuk bapak ibu dalam memperingati hari Maulud, yaitu Mempelajari, Meniru, Mengubah, Membiasakan, dan Membacakan sholawat.” Ujar Marheni.
Lebih lanjut Ka Kanwil menjelaskan makna dari 5M dalam konteks peringatan Nabi Muhammad SAW ini adalah M pertama adalah Mempelajari, maksudnya adalah jika kita mengagumi seseorang apalagi itu panutan kita maka kita wajib mempelajari kisah hidup beliau, untuk itu pastikan bapak ibu dan keluarga sudah mempelajari kisah nabi Muhammad dengan benar. M kedua yaitu Meniru, pastikan bapak ibu sudah meniru, meneladani sosok Nabi Muhammad dengan baik. Kemudian M ketiga adalah Mengubah, maknanya kita siap mengubah diri sesuai keteladanan nabi Muhammad. M keempat adalah Membiasakan, seluruh contoh perilaku baik yang telah dicontohkan nabi Muhammad harus dibiasakan dalam kehidupan sehari hari baik untuk diri sendiri maupun keluarga kita. M yang terakhir adalah Membacakan sholawat , mendoakan nabi Muhammad sebagai bentuk penghormatan.
“Saya yakin dengan 5M ini selaku Abdi Negara, kita akan dapat menjalankan tugas dengan baik. Banyak keteladanan Nabi Muhammad yang dapat kita ambil dan juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari juga dalam pengabdian kita sebagai abdi negara.”ucap Ka Kanwil.
Kemudian dalam tausiyah ustad H. Saefuddin Zaeni menjelaskan secara singkat riwayat kelahiran dan perjalanan nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah bagi ummat manusia. Mengenalkan sejarah Rasulullah menjadi hal penting agar kita tidak kehilangan keteladanan yang baik. Salah satunya dengan menggelar kajian spesial peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dijelaskan pula bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammd SAW sendiri memang tidak pernah dilakukan dan dicontohkan oleh Rasul sendiri, namun peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud cinta dan rasa syukur terhadap suri tauladan umat Muslin Nabi Muhammad SAW.(sn)