(Ura Hindu) Denpasar, 24 April 2018
Pemberdayaan ekonomi umat merupakan usaha untuk menjadikan ekonomi umat menjadi lebih kuat dan berdaya saing. Motivasi dan kesadaran umat terkait potensi ekonomi yang dimiliki harus dibangkitkan. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah umumnya terletak pada akses permodalan, akses dalam bidang pemasaran, penguasaan teknologi dan informasi yang lemah dan beberapa permasalahan lainnya.
Permasalahan-permasalahan tersebut harus mendapat perhatian untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi umat Hindu. Beberapa kegiatan pembinaan dapat dilakukan, salah satunya pengembangan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Umat mulai dari tanggal 24 sampai dengan 27 April 2018 bertempat di The Cakra Hotel yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai Nomor 28, Kota Denpasar. Peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 80 orang yang merupakan pelaku usaha dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Umat adalah untuk meningkatkan peran serta pelaku ekonomi kreatif dalam membangun kemandirian umat Hindu di bidang ekonomi; meningkatkan pengetahuan, kemampuan serta keterampilan peserta; sebagai ajang komunikasi, tukar informasi, sharing antar pelaku ekonomi kreatif; serta sebagai upaya untuk meningkatkan taraf ekonomi umat menuju masyarakat yang santi jagadhita. Harapannya tentu saja agar umat Hindu mampu mandiri dan bersaing dengan umat yang lain dalam hal pengembangan ekonomi sehingga kesejahteraan umat Hindu di Bali semakin meningkat.
Kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Umat dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Umat pada Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Ketut Sudiana, S.Ag, M.Ag) karena pada saat yang bersamaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali dan Kepala Bidang Urusan Agama Hindu sedang menghadiri kegiatan lain yang tidak dapat diwakilkan di tempat yang berbeda. Dalam sambutannya, Beliau menyatakan bahwa sesungguhnya ada begitu banyak potensi yang dimiliki oleh umat Hindu seandainya mau berinisiatif dan berkreasi. Kegiatan pembinaan ini dimaksudkan untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada peserta dalam menggerakkan ekonomi kreatif umat Hindu sehingga potensi-potensi ekonomi kreatif umat Hindu dapat digarap secara maksimal. Di bagian akhir sambutannya, Beliau berharap seluruh peserta nantinya dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan waktu yang ada untuk dapat berdiskusi dengan seluruh narasumber yang totalnya berjumlah 8 orang yang akan dihadirkan dalam kegiatan pembinaan ini sehingga ilmu yang didapat akan bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh seluruh peserta sebagai penggerak ekonomi umat Hindu.
Narasumber yang akan dihadirkan untuk memberikan materi kepada peserta adalah Prof. I Ketut Widnya, MA., M.Phil., Ph.D dengan materi Strategi Penguatan Ekonomi dan Membangun Eksistensi Umat Hindu; I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag dengan materi Kebijakan Kementerian Agama dalam Meningkatkan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Ekonomi Umat; I Made Jendra, S.Pd, M.Si dengan materi Membangun Ekonomi Kerakyatan dalam Perspektif Hindu; Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H dengan materi Strategi Membangun Usaha Kecil Berbasis Agama Hindu; Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si dengan materi Pemberdayaan Umat Hindu Melalui Kewirausahaan; DR. Drs. Made Wena, M.Si dengan materi Pembangunan Ekonomi Umat Berbasiskan Desa Pakraman; I Gusti A. Ketut Gde Suasana, SE, MM dengan materi Mengembangkan Mindset Kewirausahaan Umat Hindu; serta I Ketut Sudiana, S.Ag, M.Ag dengan materi Implementasi Ajaran Catur Purusa Artha dalam Membangun Ekonomi Kreatif Umat Hindu.
Harapan lainnya, semoga kegiatan pembinaan ini dapat menjadi media komunikasi antar pelaku usaha sehingga para pelaku usaha ini dapat saling bertukar informasi terkait usaha yang sedang dijalankan bahkan secara lebih jauh lagi diharapkan terbentuk jalinan kerjasama antar pelaku usaha agar usaha yang kini sedang dijalankan semakin berkembang. (ts)